{Day 2-5} GCD Goes to Surabaya
Ini adalah lanjutan dari kisah petualangan GCD hari-hari pertama. Selain ke Surabaya, kami juga pergi ke Batu-Malang, serta sempat pula menjejakkan kaki di Pulau Madura. Berikut ini ceritanya…
20 Januari 2011 – GCD MemBatu
Jumat pagi-pagi, kami sudah bersiap-siap untuk tancap gas menuju Kota Batu (deket-deket Malang lah). Peserta jalan-jalan ini pun bertambah satu yaitu Ove, teman kami yang kuliah di ITS. Di perjalanan kami mampir di Porong, Sidoarjo untuk melihat lumpur panas yang sudah melegenda itu. Cukup takjub saya melihatnya. Suasananya sih kayak pantai, tapi bukannya ombak laut yang terlihat, justru lumpur panas.
Kami pun tiba di Batu sekitar jam 9 dan langsung menuju villa tempat kami akan menginap. Setelah bagi-bagi kamar serta istirahat sejenak, kami pun mengunjungi alun-alun untuk menikmati indahnya taman sekalian Sholat Jumat.
Setelah itu kami makan siang dan melanjutkan petualangan ke Kusuma Agrowisata. Ngapain di sana?! Menikmati pemandangan alam dan memetik buah!! Kami dibawa berkeliling kebun dan diberi jatah untuk memetik 3 buah jambu, 4 stroberi, dan 2 apel. Ah, tapi sayang saat itu buah yang matang tidak begitu banyak jadi kami harus susah payah berkeliling kebun hanya demi menemukan buah yang besar dan matang.
Malam harinya, kami mengunjungi BNS (Batu Night Spectacular). Tempat ini adalah sebuah taman hiburan semacam Dufan ato BCL (Bandung Carnival Land) yang di dalamnya terdapat berbagai wahana bermain. Bedanya, di sini bayarnya per wahana, bukan sekali bayar lalu main sepuasnya (jadi kayak pasar malem gitu deeeh). Sebenarnya banyak wahana seru sih di sini, tetapi berhubung saya males keluar duit jadinya cuma mencoba Rumah Hantu dan Rumah Kaca.
Dari BNS, kami pun kembali ke villa untuk istirahat. Capek euyyy…
21 Januari 2011 – Menengok Pulau Sebelah
Pagi hari ini tidak ada agenda. Jadi sebagian dari kami hanya jalan-jalan di sekitar villa. Saya sendiri cuma leyeh-leyeh di depan tivi. Jam 10 kami pun memulai perjalanan kembali ke Surabaya. Sesampainya di sana, kami langsung menuju jembatan Suramadu. Ya, jembatan inilah yang menghubungkan SURAbaya dengan MADUra. Melalui jembatan ini, kami menyeberang ke pulau Madura. Di pulau sebelah tersebut, kami hanya berhenti untuk sekedar buang air. Selanjutnya kami menyeberang kembali ke pulau jawa. Jiah, cepet amat?!?! Anggep aja sekedar mampir buat nandain wilayah kekuasaan lah yaa, hehehe..
Kayaknya udah gak ada lagi yang bisa saya ceritakan di hari itu. Sehabis dari Suramadu, kami mampir buat beli ikan dan langsung kembali ke penginapan (rumah neneknya Dini). Istirahat lagi.
22 Januari 2011 – The Last Day of Walking-Walking
Hari ini adalah hari terakhir kami bisa berkeliling-keliling Surabaya dan sekitarnya. Pagi hari kami ke ITS untuk mengantar Rezan sekalian liat-liat, dan siangnya ke Gramedia. Peristiwa spesial yang terjadi hari ini, yaitu kami kebetulan bertemu dengan Pak Dahlan Iskan di Gramedia. Akhirnya kami pun saling sapa dan minta foto bareng, hehehe..
Dari Gramedia kami pun kembali ke penginapan. Di perjalanan, kami mampir untuk makan Lontong Balap dan minum Ice The Gun (baca: es degan). Jam 5 sore Akbar, Gio, dan Ghufron pun berangkat ke stasiun untuk kembali ke Surabaya. Mereka naik kereta Turangga jam 18.00.
Sisanya hanya nge-junk di kosan malam itu.
22 Januari 2011 – Back to Bandung
Oke, pagi hari ini kami kembali ke Bandung. Ifan ke mampir ke Malang dulu, sedangkan Dini ke Bandung dengan pesawat. Sisanya (8 orang termasuk saya) balik dengan kereta Pasundan yang dijadwalkan berangkat jam 5.40 dari Stasiun Gubeng dan ngaret. Wah, ternyata cukup panas juga di dalam kereta. Meskipun kereta ekonomi, tetapi cukup nyaman sih, gak jauh beda sama kereta bisnis. Kami tiba di Stasiun Kiaracondong jam 10 malem. Cukup lelah saya waktu itu karena selama di kereta saya benar-benar tidak bisa tidur. Seharian hanya membaca buku-buku yang dibeli pas di Gramedia.
Akhirnya jam 11 malam saya sudah kembali ke kosan tercinta. Memeluk laptop dan kasur yang sudah berhari-hari saya tinggalkan, hehehe..
Oke, sekian saja kisah akhir liburan saya kali ini. Seneng banget rasanya bisa jalan-jalan seperti ini bersama teman-teman GCD. Kapan-kapan lagi yuuuuuukkkk.. ^_^
Dies Natalis STEI ITB 2012
Tadi malam (14 Januari 2012) saya menghadiri acara Malam Apresiasi, Prestasi, dan Keakraban DIES NATALIS STEI-ITB 2012 di Aula Barat ITB. Memang, STEI ITB sedang berulang tahun yang ke-6 (sekalian juga merayakan ulang tahun Teknik Elektro ke-65 serta Informatika ke-30). Acara ini dihadiri oleh keluarga besar STEI-ITB, mulai dari karyawan, mahasiswa, alumni, serta dosen-dosen STEI.
DIES NATALIS STEI dengan tema “Satu Tujuan Berjuta Harapan” ini sebenarnya terbagai menjadi dua acara, yakni STEI CERIA di pagi hari serta Malam Apresiasi, Prestasi, dan Keakraban di malam harinya. Pada STEI CERIA, para karyawan, alumni, dan dosen membawa serta keluarganya untuk berolahraga bersama di ITB.
Pada acara tadi malam, banyak rangkaian kegiatan yang ada. Diawali dengan makan-makan gala dinner di mana kami dipersilakan untuk menikmati berbagai hidangan yang tersedia sambil menyaksikan berbagai hiburan di panggung. Di antaranya yaitu penampilan dari Bandos (Band Dosen) yang sudah melegenda di ITB (jarang-jarang lho bisa liat para dosen nge-band
). Selain itu juga permainan piano yang cukup mempesona dari Pak Oerip Setiono (salah satu dosen STEI).
Acara selanjutnya adalah sambutan-sambutan, doa, lalu penayangan video yang berisi kesan dan pesan dari para ‘leluhur’ STEI, serta dosen, alumni, dan mahasiswa. Dan sesuai judul acaranya, di sini juga terdapat penyerahan penghargaan, di antaranya kepada para mitra STEI, para alumni, dosen purna bhakti, mahasiswa berprestasi, serta para juara kompetisi internasional.
Di ruangan juga terdapat galeri yang berisi foto-foto jadul yang tentu saja memberikan kenangan tersendiri bagi para alumni. Selain itu, dipamerkan pula karya-karya mahasiswa STEI yang telah menjuarai kompetisi internasional.
Overall, acara ini cukup meriah dan dapat menjadi sarana bagi para alumni untuk bertemu kawan-kawan lama, bernostalgia, bersilaturahim, serta mempererat hubungan dengan almamaternya.
Terakhir, harapan saya untuk STEI….
Sejak STEI berdiri hingga sekarang, Bumi sudah berputar 6 kali mengelilingi matahari. Dalam perjalanannya itu, STEI telah menjadi fakultas yang bersinar. Harapan saya, semoga dalam putaran-putaran Bumi selanjutnya, STEI tetap setia memancarkan sinarnya, semakin terang, dan mampu bersinergi dengan elemen lain untuk membawa masa depan yang cerah.
Semoga STEI terus mampu mencetak alumni-alumni yang sukses, dosen-dosen yang berkualitas, karya-karya yang gemilang, serta menjadi salah satu penggerak bangsa ini menuju Indonesia yang lebih baik.
Amiiin. Happy Birthday Sekolah Teknik Elektro dan Informatika ITB ^_^
–
Hendra Hadhil Choiri, Mahasiswa STEI’08
Jalan-Jalan ke Jogja di Akhir Tahun
Pada hari terakhir di tahun 2011 yang lalu, saya sekeluarga mengadakan acara jalan-jalan ke Jogjakarta. Tujuannya ya sekedar untuk refreshing serta membahagiakan ponakan-ponakan saya yang imut-imut itu
. Kami berangkat dari rumah jam 6 pagi menggunakan mini bus sewaan dan tiba di Jogja sekitar jam 8.30.
Destinasi pertama yaitu pantai Parangtritis. Sangat menyenangkan di sini, apalagi saya sudah lama tidak bermain-main dengan ombak. Pada sekitar jam 11, kami pun mengakhiri ‘basah-basahan’ di sini.
Perjalanan dilanjutkan ke Kebun Binatang Gembira Loka. Anak-anak cukup terhibur di sini karena dapat melihat berbagai binatang. Lebih seru lagi, mereka juga bisa menunggangi gajah serta dapat berfoto dengan beberapa hewan di sini.
Rasanya capek banget abis jalan-jalan di Gembira Loka. Jam 3 sore, kami pun pulang karena memang sudah direncanakan untuk tiba kembali di Sragen sebelum maghrib. Soalnya, hari itu pasti bakal macet di malam hari, soalnya malam tahun baru..
Hmmm.. acara piknik n jalan-jalan kayak gini emang perlu diadakan sekali-sekali.. Lumayan buat melupakan sejenak urusan pekerjaan yang kadang semrawut. Apalagi urusan cinTA yang penuh dilema *apasih
Oke deh, selamat berlibur bagi yang sedang liburan…












