Grup LINE vs Whatsapp

LINEvsWA

Dengan munculnya era smartphone, saat ini aplikasi untuk chatting semakin ngetrend. Salah satu fitur yang sangat bermanfaat yaitu grup chat. Setiap ada komunitas, biasanya orang-orang di komunitas tersebut akan membuat grup chat agar bisa menjadi tempat bercengkerama dan berbagi informasi. Misalnya grup alumni, grup karyawan kantor, grup pengurus, grup teman main, dsb.

Saat ini berdasarkan pantauan saya, ada 2 aplikasi terbesar yang biasa digunakan untuk membuat grup chat, yaitu LINE dan Whatsapp (WA). Kedua aplikasi ini dapat di-install di berbagai OS, baik Android, iPhone, maupun Blackberry. Kita bisa chatting, sharing foto & video, bahkan ada fitur voice call juga (walaupun pas saya coba agak ada delay, biasa lah VoIP :P). Jadi mana kah dari 2 aplikasi tersebut yang lebih baik? Berikut perbandingannya dari berbagai aspek:

Kapasitas Anggota

Saat ini ada batasan jumlah anggota yang dapat di-invite ke dalam grup. Untuk WA, kapasitasnya 100 orang. Sedangkan LINE dua kali lipatnya, yakni 200. Jika anggotanya ada di bawah 100, maka aman-aman saja pilih mana pun. Sedangkan jika di atas 100, maka mendingan LINE agar semua bisa masuk. Sedangkan jika di atas 200, keduanya tidak muat deh XD. Lagipula kalo grup isinya terlalu rame biasanya banyak yang tidak aktif, dan yang aktif pun banyak yang nyampah, hehehe..

Continue reading

4G LTE Telkomsel

4G-LTE

Pada 8 Desember 2014 yang lalu, Telkomsel secara resmi meluncurkan layanan 4G LTE. Ini adalah teknologi jaringan internet yang membuat proses transfer data menjadi lebih cepat dan stabil. Dengan gitu, kita jadi bisa internetan dengan lebih puas nggak perlu nunggu lama-lama buat loading maupun buffering.

Untuk menikmati layanan ini, pelanggan Telkomsel cukup menukarkan simcard-nya dengan usim di Grapari terdekat. Tenang aja, cuma ganti kartu aja kok, nomernya nggak ikutan ganti.. Namun, perlu dipastikan juga HP Anda support jaringan LTE.

Saat ini coverage 4G LTE baru menjangkau area Jabodetabek dan Bali. Tapi tenang saja, nanti akan terus berkembang ke kota-kota besar di seluruh nusantara. Jadi, jika kamu ada di area tersebut, memiliki HP yang support LTE, dan pake nomer Telkomsel, silakan dicoba seberapa cepat internetan pake LTE 🙂

Kalo ingin tahu perkembangan teknologi telekomunikasi dari 1G hingga 4G, silakan lihat gambar di bawah ini:

cellular_communication

Demikian, terima kasih ^^

tertiblantas.com: Memotret Pelanggaran Lalu Lintas Bisa Dapat Hadiah

Sudah setahun lebih saya menjadi penghuni Jakarta. Setiap kali melihat jalanan di ibukota ini saya sering melihat pengendara yang pemberani. Ya, berani nyelonong ke jalur busway, berani berakrobat di trotoar, berani menerobos lampu merah, bahkan tak jarang juga yang berani melawan arus kendaraan, ckckck.. Mumpung gak ada polisi yang jaga gituu..

Untuk meningkatkan kesadaran akan peraturan lalu lintas ini, PemProv DKI bekerja sama dengan Polda Metro Jaya mengembangkan website tertiblantas.com. Melalui website ini, kita bisa mengunggah foto atau video yang berhubungan dengan pelanggaran lalu lintas. Bukan sekedar itu, kita akan memperoleh poin untuk setiap foto atau video yang dikirim. Nah poin yang telah dikumpulkan nantinya bisa ditukarkkan dengan berbagai pilihan hadiah yang disediakan, asik kaan 🙂

tertiblantas

Setiap mencapai 1000 poin, kita bisa memperoleh badge. Seperti halnya konsep jejaring sosial di forum-forum, para pengguna akan memiliki pangkat/level tergantung dari banyak badges yang dimiliki. Pangkatnya mulai dari e-Brigadir, e-Inspektur, e-Komisaris, e-Kombes, hingga e-Jendral. Continue reading

About Nekad Traveler

Baru-baru ini, Telkomsel release sebuah program bernama Nekad Traveler. Mengapa nekad? Karena melalui program ini, Telkomsel memberi tantangan kepada pelanggan terpilih untuk travelling ke suatu tempat tanpa uang sepeserpun, cuma dikasih bekal smartphone dan kuota internet sebesar 180 GB. Nekad banget kan!!
Pelanggan yang beruntung untuk menjalani misi perdana yaitu Abdul Gofar (@pergijauh) dan Nila Tanzil (@nilatanzil). Mereka akan melakukan perjalanan dari Monas (Jakarta) menuju Pulau Komodo (NTT) dalam jangka waktu satu bulan. Pada 30 Juni 2013 yang lalu, perjalanan mereka telah dimulai.

Bagaimana ya kira-kira strategi mereka agar bisa bertahan hidup dan berhasil sampai ke tujuan? Tentu mereka harus pinter-pinter memanfaatkan kuota internet yang diberikan. Mulai dengan meminta bantuan melalui jejaring sosial, hingga menawarkan jasa promosi iklan melalui internet. Tentu saja agar semua berjalan lancar, dibutuhkan sinyal yang bagus sepanjang perjalanan. Kalo sampe sinyal jelek dan internet lelet, bisa berabe mereka, hahaha. Karena itulah, melalui program ini Telkomsel juga ingin membuktikan bahwa kualitas jaringannya menjangkau berbagai daerah di Indonesia.

Mau tahu kisah perjalanan Gofar dan Nila untuk mencapai pulau Komodo? Silakan buka telkomsel.com/nekadtraveler. Pantau juga twitter mereka untuk turut merasakan suka-duka mereka secara realtime, sekalian memberikan support. Blog milik Nila Tanzil juga turut update mengisahkan rangkuman perjalanan mereka. Kira-kira bakal berhasil gak yaaa…

Bagaimana, apakah kamu tertarik untuk menjadi nekad traveler juga? ^^

Prepaid vs Postpaid

simpati, kartu prabayar

Komunikasi adalah salah satu kebutuhan penting dalam kehidupan kita. Untuk dapat berkomunikasi dengan orang di tempat jauh, biasanya kita memanfaatkan teknologi seperti internet atau telepon. Berdasarkan cara pembayarannya, terdapat 2 jenis produk yang biasa dikeluarkan operator telekomunikasi, yaitu Prabayar (prepaid) dan Pascabayar (postpaid).

Sesuai namanya, prabayar berarti kita bayar dulu baru pake. Isilah kerennya, ‘isi pulsa’ dulu. Kalo pulsa mencukupi baru kita bisa bertransaksi kayak telponan, smsan, atau internetan. Contoh produk: simPATI, Kartu As, Mentari, XL, Axis, dll.

Sebaliknya, pascabayar berarti kita pake dulu baru bayar. Jadi kita bisa bertransaksi sepuasnya, lalu diakhir bulan akan ditagih sesuai penggunaannya. Contoh: Kartu Halo dan Matrix.

Apalagi perbedaan antara kedua jenis tersebut? Berikut beberapa perbandingannya dari sisi pelanggan:

Prepaid (Prabayar) Postpaid (Pascabayar)
Aktivasi cukup mudah, cukup beli kartu perdana dan diaktifkan Untuk aktivasi, harus mendatangi kantor pelayanan dan menandatangani kontrak
Dapat dinon-aktifkan kapan saja, cukup ditinggalkan simcardnya Harus melalui prosedur khusus untuk berhenti berlangganan
Tarif relatif lebih mahal Tarif relatif lebih murah dan biasanya ada privileges khusus
Pelayanan dibatasi sisa pulsa Pelayanan tidak terbatas, bisa digunakan terus selama masih aktif tanpa khawatir kehabisan pulsa
Sepertinya belum ada layanan untuk isi pulsa otomatis saat pulsa / masa aktif habis Ada layanan untuk membayar tagihan secara otomatis, melalui auto-debet
Umumnya tidak ada bonus atau diskon saat aktivasi. Kalaupun ada, bonusnya tidak terlalu besar Saat mulai berlangganan, biasanya mendapatkan berbagai bonus dan diskon
Info transaksi hanya dapat dilihat melalui history panggilan, dan kurang detail Dapat melihat detail transaksi yang telah dilakukan pada saat tagihan
Bermasalah saat lupa ngisi pulsa Bermasalah saat lupa bayar tagihan
Kebanyakan digunakan oleh kaum muda dan pelajar Biasanya digunakan oleh karyawan atau kalangan menengah ke atas

Terlihat bahwa dua-duanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Tapi sepertinya di mana-mana pengguna prepaid jauh lebih banyak daripada postpaid, bebas dan gak ribet ceunah, hehehe.. Saya sendiri justru merupakan salah satu pengguna yang postpaid (i.e. Kartu Halo). Sejauh ini saya cukup puas sih, serasa lebih eksklusif gitu, hihihii..

Jadi bagi yang tertarik, silakan nyobain pindah ke pascabayar. Bagi yang males ganti nomor, biasanya nomor sekarang tetep bisa dijadikan postpaid kok (misal: nomor simPATI bisa dimigrasikan menjadi Kartu Halo. *bahkan walaupun nomornya sudah hangus)