Kuliah di ITB Itu (Tidak) Mahal

ITB

Kemarin saya kebetulan mampir ke kampus ITB tercinta dan sedang ada acara ITB Day yang merupakan puncak acara dari AMI (Aku Masuk ITB) 2013. Di acara ini terdapat seminar serta Education Fair. Di seminar Aku Masuk ITB, dijelaskan informasi mengenai seleksi masuk ITB, serta sharing pengalaman dari tokoh-tokoh inspiratif serta mahasiswa ITB. Sedangkan di Education Fair, terdapat stand-stand himpunan ITB yang memberikan informasi mengenai prodinya masing-masing serta pameran karya-karya mereka.

Aku Masuk ITB ini memang ditargetkan untuk para siswa SMA yang akan menentukan masa depannya selepas lulus. Dengan adanya acara ini, mereka bisa memperoleh gambaran dunia perkuliahan di ITB serta dapat mengenal lebih jauh prodi-prodi di ITB. Kemarin saya lihat pengunjungnya sangat banyak. Gerombolan anak-anak SMA dari berbagai penjuru nusantara berseliweran di sana-sini. Banyak yang rela jauh-jauh ke Bandung demi memperoleh info mendalam mengenai ITB. Artinya, sangat banyak yang berminat untuk melanjutkan kuliahnya di kampus gajah.

Hanya saja persepsi saat ini yang beredar di masyarakat adalah “biaya kuliah di ITB itu mahal”. Bagaimana tidak, biaya kuliah per semester saja sudah mencapai 10 juta per semester!! Memang, meskipun sudah tidak ada lagi biaya pendidikan di awal (yang dulunya 55 juta), tetap saja biaya semesteran segitu cukup besar bagi sebagian orang (termasuk saya 😦 ). Bayangin saja, orangtua kita harus menyisihkan minimal 1,5 juta sebulan hanya agar kita bisa bertahan kuliah. Belum untuk biaya nge-kost, makan, serta keperluan lainnya. Mahal!!

Eitz, tapi tunggu dulu..

Kalo kamu hanya membaca sampai di situ, maka informasi yang kamu peroleh belum lah lengkap. Karena sebenarnya banyak subsidi yang ditawarkan ITB untuk para mahasiswa baru loh. Mulai dari diskon 25%, 50%, 75%, hingga 100%!! Disesuaikan dengan kondisi ekonomi keluarga lah.. Bahkan dengan beasiswa Bidik Misi, selain sudah tidak perlu membayar biaya kuliah, si penerima juga memperoleh beasiswa biaya hidup loh!! Asik gak tuh..

Setelah jadi mahasiswa pun, kesempatan untuk berburu beasiswa tetap terbuka lebar kok, karena di ITB ada bejibun tawaran beasiswa dari mana-mana. Bingung masalah tempat tinggal? ITB juga sudah menyediakan asrama dengan biaya bulanan yang murah banget kok. Oleh karena itu, tidak perlu takut masuk ITB kalo cuma gara-gara gak ada biaya. Itu namanya kalah sebelum bertanding. Seperti kata orang-orang, belum ada ceritanya mahasiswa ITB yang DO gara-gara gak kuat bayar SPP. Bahkan di ITB sudah ada tim beasiswa yang siap membantu mahasiswa yang terkendala masalah biaya. 🙂

Yang lebih penting untuk kalian persiapkan adalah bagaimana agar bisa keterima di ITB. Dan setelah berhasil tercatat menjadi mahasiswa ITB, lakukan yang terbaik biar bisa sukses di sana. Jadi, “Aku Masuk ITB” masih bukan merupakan hal yang perlu dikhawatirkan, kawan. Target utama kalian yang lebih butuh perjuangan adalah “Aku Lulus ITB”, hehehe..

The First Swimmer

Pagi ini jam 7 saya pergi ke kolam renang Saraga. Ngapain? Ya koprol sambil bilang wow berenang laah.. Menariknya, saat saya sampai ke kolam renang, ternyata masih sepi.. Kolamnya aja masih kosong.. Yang ada hanya petugas penjaga kolam yang sedang bersih-bersih di sekeliling kolam. Whew, ternyata saya adalah pengunjung pertama saudara saudara, hahaha.. Jadilah saya berenang like a boss, satu kolam renang seakan milik saya sendiri 😛

Tumben.. Biasanya jam segini udah banyak lho yang berenang.

Kolam renang saraga yang masih kosong

Selang beberapa menit, akhirnya beberapa ‘perenang’ lain mulai bermunculan. Setelah jam 8, kolamnya langsung penuh sampai mau renang aja gak nyaman karena terhalang orang terus. Akhirnya agenda berenang hari ini pun saya akhiri.

Sekian. Salam olahraga!! ^.^

Alhamdulillaah, Wisuda Lewat Sabuga

WISUDA. Sebuah momen yang paling dinanti-nanti para mahasiswa. Karena wisuda adalah puncak perjalanan seseorang dalam menimba ilmu di suatu perguruan tinggi. Dengan diwisuda, berarti seorang mahasiswa telah dinyatakan lulus dan telah memenuhi syarat untuk memperoleh gelar sarjana (dalam hal ini, wisuda S1 lho yaa..)

Tanggal 14 Juli 2012 yang lalu adalah tanggal bersejarah bagi saya, karena pada tanggal tersebut saya dan ribuan teman pejuang Juli di ITB yang lain berhasil diwisuda dari kampus ganesha ini. Tentu saja wisudanya dengan cara dilantik rektor di Sabuga, bukan lulus secara tak terhormat melalui Annex (bahasa daerahnya: DO). Bahkan demi menghadiri acara tersebut, keluarga saya pun rela datang jauh-jauh dari Sragen, hiks jadi terharu..

Seperti wisuda-wisuda sebelumnya di ITB, selepas acara di Sabuga, para wisudawan pun diarak menuju kampus oleh himpunannya masing-masing. Berhubung HMIF mendapat giliran belakangan, kami pun harus menunggu lama agar bisa diarak. Sebagai mahasiswa informatika, kami pun diarak menuju labtek V dan di sana kami pun dihibur dengan berbagai performance dari anak-anak angkatan 2011. Benar-benar heboh dan kreatif mereka ini. Worthy lah penantiannya tadi, hehehe..

Acara dari HMIF ini selesai menjelang maghrib, selanjutnya saya menuju ke lab IRK tercinta untuk mengikuti syukuran wisuda IRK. Seperti biasa, kami pun makan-makan kue yang enak, hehehe. Selanjutnya diputarkan pula video bikinan para asisten 2009 serta pesan kesan dari wisudawan wisudawati. Momen-momen ini juga cukup mengharukan bagi saya. Bagaimana tidak, lab IRK seakan menjadi tempat tinggal saya saat di kampus, dan para asisten tersebut bagaikan saudara saya sendiri. Setelah lulus, berat rasanya berpisah dengan lab ini beserta isi-isinya.

Bener kata orang bahwa untuk masuk ITB itu susah, tetapi lebih susah lagi buat keluarnya. Butuh perjuangan yang berdarah-darah buat dapat lulus dari kampus ini. Namun, kelulusan ini bukanlah akhir. Kelulusan justru awal bagi kami untuk menuju dunia yang sebenarnya. Perlu banyak pertimbangan untuk menentukan kehidupan setelah lulus, karena akan menentukan maa depan kami nanti. Mau apa setelah lulus? Melamar kerja kah? Lanjut kuliah kah? Wirausaha kah? Nikah kah?? 😛

How about me? Hmmm.. Tunggu aja kabar selanjutnya yaa, hehehe…

BNI Mitra Kampus: Sebuah Program Bagi Calon Entrepreneur

Hari ini saya mengikuti Seminar Pengenalan Program BNI Mitra Kampus di Aula Timur ITB jam 8 – 15. Ya, sesuai namanya acara ini berisi penjelasan mengenai BNI Mitra Kampus, yakni sebuah program kerjasama antara BNI. Program ini memfasilitasi modal bagi para mahasiswa atau alumni ITB yang ingin berwirausaha. Berikut rangkuman dari program ini, siapa tau ada yang membutuhkan informasi lebih dalam.

Terdapat 4 tahap dalam program ini, yaitu:

1. Audisi dan Seleksi

Tahap ini diawali dengan pengenalan program (melalui seminar ini tadi), selanjutnya para mahasiswa dan alumni ITB (maksimal lulus 3 tahun) yang memiliki ide wirausaha dipersilakan untuk mendaftar dan mengumpulkan proposalnya hingga bulan Agustus. Pendaftar boleh individu ataupun berkelompok. Selanjutnya, pendaftar akan mempresentasikan proposalnya pada tanggal 10-11 September 2012. Nantinya akan dipilih 50 proposal terbaik yang akan didanai hingga 10 juta rupiah yang diumumkan pada tanggal 13 September 2012.

2. The Camps

Peserta yang termasuk dalam 50 proposal terbaik akan mengikuti sebuah pelatihan tentang classical & capacity building, team building, dan motivation program pada 18-21 September 2012. Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta memiliki kemampuan untuk menjadi entrepreneur sejati dan siap menjalankan usahanya dengan baik dan penuh tanggung jawab. Dengan begitu dana yang telah diberikan dapat dimanfaatkan secara maksimal dan benar-benar memberikan profit yang optimal.

3. Coaching & Mentoring

Continue reading

Informatics Job Fair 2012

Hari ini prodi saya mengadakan acara Informatics Job Fair di labtek V lantai 2. Pada acara ini, banyak perusahaan IT yang berpartisipasi untuk presentasi dan bersosialisasi dengan para mahasiswa dan alumni IF ITB.  IF Job Fair ini memang baru pertama kali ini diadakan, dan menurut saya cukup bagus dan positif. Berbagai perusahaan dapat menawarkan lowongan perkerjaan dan para pengunjung (terutama mahasiswa tingkat akhir) pun terfasilitasi untuk melamar pekerjaan.

Banyak perusahaan yang memberikan presentasi seperti PT. Darya Varia, PT. Abyor International,  Agate, eBdesk, Sangkuriang, dan Suitmedia. Selain perusahaan dari Indonesia terdapat pula perusahaan cabang dari Jepang yaitu Buzoo, perusahaan cabang Jepang di Singapura yaitui Gumi, serta tawaran bekerja di Singapura melalui Contact Singapore. Selain melalui presentasi, disediakan pula booth untuk perusahaan sehingga para pengunjung dapat berinteraksi langsung untuk memperoleh informasi lebih lengkap.

Di samping perusahaan-perusahaan yang telah disebutkan, diundang juga berbagai start-up dari Singapura. Cukup banyak loh, sepuluh lebih sepertinya. Kami pun sempat berbincang-bincang dengan beberapa di antara mereka. Cukup menarik, kami diceritakan pengalaman mereka mendirikan perusahaan sendiri dan tantangan yang dihadapi. Tidak lupa juga mereka membagi-bagikan kartu nama, jadi bagi yang ingin bergabung dipersilakan menghubungi mereka.

Selain job fair, kegiatan lain di acara ini adalah pameran poster tugas akhir para mahasiswa yang akan wisuda Juli nanti. Pameran poster TA seperti ini memang sepertinya sudah rutin diadakan. Poster TA saya juga dipajang loh, tapi berhubung berada di paling ujung jadinya gak banyak yang lewat, hikz.. 😛

Acara job fair seperti ini memang sebaiknya sering diadakan, lumayan kan kita jadi memperoleh informasi mengenai berbagai perusahaan dan lowongan pekerjaan yang ditawarkan. Para mahasiswa juga jadi punya bayangan mengenai pekerjaan apa saja yang tersedia bagi lulusan informatika.