Anak-Anak Ini Juga Punya Mimpi..

run for charity morrisey 2013

Hari Minggu kemarin saya mengikuti event Run for Charity 2013. Info mengenai larinya sendiri bisa dibaca di sini. Yang akan saya bahas di sini adalah sisi ‘charity’-nya. Seperti yang dijelaskan di link tersebut, seluruh biaya pendaftaran akan disumbangkan ke YKAKI (Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia).

Pada acara tersebut, turut dihadirkan pula anak-anak asuhan YKAKI. Mereka berkenalan satu-satu di atas panggung. Saat ditanya apa cita-cita mereka, ada yang ingin menjadi guru, fotografer, dokter umum, dokter spesialis kanker, bahkan ada yang ingin jadi presiden 🙂

Apakah itu hanya sekedar angan-angan belaka?

Tentu saja tidak..

Meskipun menjadi penderita kanker, bukan berarti harapan mereka langsung pupus begitu saja. Menurut penjelasan dari YKAKI,  kanker pada anak dapat disembuhkan bila dideteksi secara dini dan pengobatan serta perawatannya dilaksanakan dengan sarana/prasarana yang memadai. Karena itulah YKAKI turut membantu pengobatan anak-anak tersebut dan memfasilitasi pencapaian mimpi mereka melalui berbagai programnya.

anak2 YKAKI

Lihat saja, anak-anak ini tetap bersemangat dan tidak putus asa mengejar cita-citanya. Mereka juga kompak saat menyanyikan lagu “I Have a Dream” di atas panggung. Bagaimana dengan kita-kita ini yang lebih beruntung dari mereka? Gak boleh kalah donk.. Jangan sampai hanya karena sedikit hambatan saja lantas membuat kita putus asa.

Mari kejar mimpi kita sampai dapat!! 😀

Indonesia Merdeka?

“Tujuh belas Agustus tahun empat limaa.. Itu lah hari kemerdekaan kitaa…”

Ya, lagu tersebut sering dinyanyikan dalam memperingati hari ulang tahun kemerdekaan Indonesia. Artikel ini saya tulis pada tanggal 17 Agustus 2012, di hari ulang tahun (HUT) Indonesia ke-67. HUT kali ini cukup spesial, karena jatuh pada hari Jumat di bulan Ramadhan, sama seperti saat Bung Karno membacakan proklamasi kemerdekaan pada tahun 1945.

Yang jadi pertanyaan, apakah Indonesia benar-benar telah merdeka? *huh, pertanyaan standar*

Saya yakin, sebagian besar rakyat Indonesia akan menjawab pertanyaan standar  tersebut dengan jawaban yang sama standarnya, “Indonesia memang sudah merdeka dari penjajahan, tetapi masih belum bebas dari berbagai masalah yang ada di bangsa ini”. Jadi pantaslah jika Indonesia kita sebut sebagai negara yang “merdeka tetapi belum merdeka”, hah?? #kontradiksi -_-

Memang kok, masih banyak hal yang perlu dibenahi di Indonesia. Mulai dari tingkat kemiskinan yang masih tinggi, pendidikan yang belum merata, banyaknya pengangguran, kesehatan yang belum terjamin, dan lain sebagainya. Wah, kalo membicarakan keburukan negeri ini, rasanya gak habis-habis deh. Jadi, alangkah baiknya mari kita pikirkan saja solusi dan potensi bangsa kita untuk dapat memperbaiki negeri ini. Continue reading

3C+O: Versi Lain dari Mahasiswa Cerdas dan Berkarakter

Indonesia membutuhkan mahasiswa-mahasiswa cerdas dan berkarakter untuk mampu menginspirasi komponen masyarakat yang lain. Standarnya, mahasiswa tersebut harus memiliki hardskill, softskill, dan lifeskill yang baik dan seimbang. Dalam versi saya pribadi, mahasiswa saat ini seharusnya memiliki 4 hal yang mencerminkan mahasiswa yang cerdas dan berkarakter. Keempat hal tersebut yaitu capability (kemampuan), cooperation (kerja sama), care (kepedulian), dan originality (keaslian) yang dapat disingkat menjadi 3C + O. Berikut ini penjelasan singkat mengenai keempat hal tersebut:

  • Kemampuan (capability)

Mahasiswa memiliki kesempatan lebih untuk belajar dan fokus pada bidang yang diminatinya. Untuk itu seharusnya mahasiswa mendalami bidangnya dengan baik, dan mengaplikasikannya secara tepat guna. Jadi, mahasiswa harus rajin menimba ilmu dan mampu menggunakannya untuk kesejahteraan orang lain. Bukan hanya ilmu yang diperoleh melalui bangku kuliah, tetapi juga dari pengalaman. Seorang mahasiswa harus mampu membangun berbagai kemampuan yang dapat menjadikan dirinya pribadi yang baik dan berkualitas.

  • Kerja sama (cooperation)

Manusia adalah makhluk sosial, tidak bisa hidup sendiri dan selalu membutuhkan orang lain. Jadi kemampuan interpersonal sangat penting untuk berinteraksi dengan orang lain. Suatu pekerjaan dapat jauh efisien jika dikerjakan secara bersama-sama.
Continue reading

Alasan Saya Belum Pake Smartphone

Saat ini smartphone sudah menjadi trend, terutama Blackberry, Android, dan iPhone (OK, ada WP7 juga). Lihat saja, di jalanan hampir tiap orang pegangannya HP canggih, anak SD pun udah banyak yang main BB. Teman-teman saya juga udah pada ganti HP , sebagian besar memilih hape berbasis Android, ada yang H*TC, S*msung Galaxy bla bla bla, maupun S*ny Xperia tra tra tra. Emang sih, seiring berkembangnya teknologi, harga hape canggih juga semakin turun dan barang yang dulu termasuk mewah sekarang menjadi benda umum yang bisa dimiliki banyak orang.

Bagaimana dengan saya? Saya mah justru masih setia dengan N*kia C3 (ok ini juga tergolong smartphone sebenarnya, tapi belum cukup smart bagi saya, gak touchscreen sih =P). Abisnya dua taun lalu saat saya butuh hape baru, gadget dengan “OS robot ijo” masih belum booming. Adanya baru iPhone yang harganya belum terjangkau dompet saya. Akhirnya saya beli lah ni C3 yang saat itu keluaran baru. Emang sih, sejak dulu saya pemakai setia N*kia. Dan saya yakin banyak yang seperti saya sehingga OS Symbian masih tetep merajai.

My Nokia C3

Sebenarnya pas awal tahun 2012 kemarin saya sempat berniat ganti hape, soalnya si C3 udah agak suram sih. Akhirnya saya pun kerja dan nabung demi hape baru. Eh, pas sekarang udah siap beli malah saya urungkan niat buat beli smartphone. Alasannya klasik, hape saya yang sekarang masih bisa dipake, masih bisa buat sms dan telepon, jadi buat apa ganti. Lagian kalo beneran ganti, hape yang sekarang mau dikemanain? gak ada yang mau pake.. Tapi kalo disuruh milih smartphone atau hape biasa ya tentu aja smartphone donk, hahaha… Continue reading

Ngerjain Tugas di Rumah?! IMPOSSIBRUUU…

Beberapa hari yang lalu, saya mengisi akhir pekan di rumah saya di Sragen dan baru kembali tadi pagi.. Itung-itung buat refreshing dan menghindar sebentar dari kuliah dan kerjaan lah.. Dari Bandung saya membawa beberapa ‘oleh-oleh’. Tapi bukannya cireng atau keripik M*icih yang saya bawa, tapi justru ‘oleh-oleh’ berupa tugas kuliah *whew. Memang saat itu saya punya beberapa tanggungan tugas, antara lain 2 buah tugas pengganti UTS, 1 laporan kelompok, dan 1 tugas individu. Semua tugas tersebut deadline-nya tadi siang.

Okeh, sebenarnya sudah saya niatkan untuk menyelesaikan tugas-tugas tersebut di rumah biar hari ini sudah santai-santai dan tinggal mengumpulkan.

Hari pertama di rumah, semangat saya masih cukup menggebu-gebu.. Saya berhasil menyelesaikan tugas kelompok yang bagian saya, dan saya kirim ke ketua kelompok. Hari-hari selanjutnya? well, motivasi saya mulai goyah.. Betapa tidak, masa’ udah jauh-jauh balik ke kampung halaman kerjaannya tetep ngadep laptop n ngerjain tugas.. Get a life lah!!

Apalagi selama di rumah saya punya banyak hal yang bisa dilakukan. Bercengkerama dengan keluarga.. Mengunjungi sodara2.. Menemani ponakan-ponakan bermain.. Ngajarin mereka belajar n ngerjain pe er.. Banyak lah pokoknya… Dan memang, itu yang biasa saya lakukan saat saya di rumah.

Sesuai dugaan.. Saking asyiknya menikmati kehidupan yang nyaman di rumah, akhirnya tugas-tugas pun terabaikan, hahaha..

one does not simply ngerjain tugas di rumah

Akhirnya kemarin saya putuskan, “udah lah nanggung.. sekarang liburan dulu, tugasnya dikerjain besok pagi aja..”. Alhasil setibanya di Bandung, saya pun hectic mengerjakan tugas-tugas yang tersisa. Emang dasar tabiat anak informatika, sukanya ngerjain di saat-saat terakhir.. Tapi untung deh, gara-gara sudah terbiasa menjadi deadliner, tugas apapun bisa selesai dalam waktu sesingkat-singkatnya.. Tapi emang sih, hasilnya tadi agak kurang maksimal..

Yang penting jadikan pelajaran aja lah. Jadi, “liburan di rumah” dan “ngerjain tugas seabrek” itu bukan pasangan yang baik.. Kalo emang punya tugas banyak, dan di saat yang sama lagi pengin pulang kampung, ada dua pilihan terbaik:

  1. Kerjain tugasnya sebelum pulang
  2. Balik dari rumah jangan pas mendekati deadline

Soalnya, kalo berpikir buat ngerjain tugasnya selama di rumah pasti bakal banyak distraksi yang bikin males buat nyentuh tuh tugas. Eh, itu kalo menurut saya aja sih yang pancen procrastinator. Kalo kamu emang rajin dan yakin mampu mengerjakan di rumah ya sok aja, justru lebih baik itu..

So, selamat ngerjain tugas bagi yang lagi ada tugas.. *halah ^_^