Hati-Hati Membaca (Grafik) Data

Sering kali kita menemukan data yang ditampilkan dalam bentuk grafik. Memang, dengan melihat grafik, kita jadi lebih mudah untuk memahami info yang diberikan dari data tersebut daripada hanya melihat sekumpulan angka. Misalnya kita dapat membandingkan beberapa objek, memperhatikan korelasi antara beberapa parameter, dsb. Namun, kadang kita harus teliti dalam membaca grafik tersebut. Jika tidak seksama, bisa jadi persepsi kita ‘tertipu’, seperti pada contoh-contoh berikut.

Misalnya saya mengambil data tinggi badan dari 5 orang bernama Adi, Budi, Cindi, Dedi, dan Edi. Lalu hasilnya saya tampilkan dalam grafik berikut:

barchart1

Saat melihat grafik tersebut, terlihat seolah-olah tingginya Dedi sekitar tiga kali lipat dari Cindi, dan tingginya Edi hampir setengah dari Dedi. Padahal jika diperhatikan dengan seksama, kisaran dari nilai yang ditampilkan (di sumbu-y) yaitu 150-185, tidak dimulai dari 0. Jadi saat melihat grafik, perhatikan range datanya.

Sekarang perhatikan grafik berikut.

barchart2

Continue reading

Mengapa Kuliah di Belanda?

Alhamdulillaah, setelah sudah beberapa bulan di TU Delft, saya merasa kampus ini adalah pilihan yang tepat. Setelah melalui berbagai perjalanan yang panjang serta pertimbangan yang matang, akhirnya Yang Di Atas mengarahkan saya untuk menimba ilmu di sini, di Delft, sebuah kecamatan kota kecil di Belanda. Memang banyak sekali perguruan tinggi di Belanda yang level internasionalnya sudah tidak diragukan lagi. Ada Leiden University, univ tertua di Belanda. Ada trio universitas teknik, yakni TU Delft, TU Eindhoven, dan TU Twente. Ada juga universitas tersohor lain seperti Utrecht, Wageningen, Maastricht, UvA, Groningen, dsb. Banyak banget lah pokoknya.

Makanya, saya ingin menjelaskan beberapa alasan khusus mengapa Belanda adalah salah satu negara yang recommended untuk lanjut studi. Untuk alasan-alasan klise seperti negaranya maju, semua serba teratur, orangnya disiplin, pekerja keras, dsb tidak perlu saya masukkan karena tipikal negara-negara maju memang seperti itu.

  1. Orang Belanda bisa Bahasa Inggris

Sebelumnya saya berniat studi di negara berbahasa Inggris, bahkan saya sudah mendapat LoA dari kampus-kampus di UK dan Australia (saya nggak apply US soalnya males tes GRE :P). Ya, perbedaan bahasa bisa menjadi kendala kalo studi di negara yang penduduknya nggak bisa speak in English. Meskipun perkuliahan tetap menggunakan Bahasa Inggris, tetapi mempelajari bahasa setempat masih diperlukan untuk bisa bersosialisasi dengan warga sekitar, misalnya saat berhadapan kasir di supermarket, maupun bertanya pada orang saat nyasar di suatu tempat. Continue reading

Jungle Survival Challenge, Mana yang Kamu Pilih?

Hari ini saya mengikuti sebuah training. Salah satu bagian acara training yaitu simulasi Jungle Survival Situation. Penasaran seperti apa?

jungle survivalCerita ringkasnya, suatu hari jam 4 sore kita sedang naik pesawat terbang dari Panama ke Pulau San Blas di Kepulauan Karibia. Di jendela terlihat gunung-gunung yang diselimuti hutan tropis dengan pemandangan berwarna hijau dan sungai yang membelahnya. Cuaca sedang hujan deras. Tiga puluh menit kemudian, pesawat diterpa badai dan goyang-goyang. Akhirnya pesawat jatuh menabrak pepohonan dan ekor pesawat terputus. Cabang-cabang pohon memecahkan kaca kokpit, menewaskan pilot, dan merusak semua peralatan di dalamnya. Akhirnya pesawat berhenti tersangkut di pepohonan. Bersama penumpang lainnya yang selamat, kita meninggalkan pesawat. Pepohonan dan tetumbuhan liar yang dilewati merobek baju kita yang sudah basah kuyup oleh air hujan. Malam mulai tiba dan terdengar suara-suara binatang liar dan serangga yang mengancam.

Kita pun mencari barang-barang yang terlempar dari pesawat, akhirnya ditemukan 15 benda yang bisa dipakai:

  1. Kapak
  2. Kompas
  3. Korek api
  4. Kotak P3K
  5. Lilin berdiameter 8 cm
  6. Lotion anti serangga
  7. Makanan bergizi 1 box
  8. Obat gigitan ular
  9. Pistol berisi peluru
  10. Radio transmitter kecil
  11. Sebotol minuman keras
  12. Selimut berukuran 2 m x 1.5 m
  13. Stik golf 3 buah
  14. Thermos air berkapasitas 1.5 Liter
  15. Tujuh kantong plastik sampah

Nah, tugas kita adalah memeringkatkan benda-benda tersebut berdasarkan tingkat kepentingannya agar bisa bertahan hidup di hutan tropis Panama ini. No 1 berarti prioritasnya paling tinggi.

Nantinya tebakan kita tersebut akan dibandingkan dengan peringkat ‘resmi’ hasil analisis para ahli. Hmmm… mau ikut mencoba, bagaimana urutannya versi kamu?

Kalo males ngurutin semua ya yang penting coba pilih 5 benda terpenting aja, hehehe.. Nanti saya update dengan jawaban versi dari ahlinya.. 🙂

Kenalan dengan TITA

TITA

Tadi malam, saya dan para alumni Semesta menghadiri acara di kantor PASIAD untuk berkenalan dengan sebuah asosiasi bernama TITA (Turkish Indonesia Trade Association). Kalo biasanya saya mengenal hubungan Indonesia-Turki dalam bidang pendidikan melalui PASIAD, kalo di TITA ini yang dibahas adalah kerjasama di bidang ekonomi dan bisnis.

TITA menjadi jembatan informasi perdagangan antara Indonesia dan Turki. Sejak dulu, hubungan antara kedua negara ini memang cukup baik. Banyak peluang bisnis yang dapat digeluti, misalnya kita di Indonesia bisa ekspor sumber daya alam ke Turki, serta impor barang-barang industri dari sana.

TITA berafiliasi dengan KADIN (Kamar Dagang dan Industri Indonesia) di Jakarta dan TUSKON (Konfederasi Pelaku Bisnis dan Industri) di Turki. Setiap tahun, TUSKON mengadakan acara besar bernama TWTB (Turkiye World Trade Bridge). Melalui ajang ini, para pelaku bisnis, pengusaha, dan investor dari ratusan negara berkumpul untuk mengadakan B2B meeting.  Para anggota TITA bisa turut serta dalam program ini sehingga dapat mempromosikan bisnisnya dan menjalin kerja sama perdagangan dengan negara lain.

Untuk info lebih lanjut mengenai TITA, silakan klik tita.or.id.

Siapa tahu ada yang berminat untuk mengembangkan bisnisnya di level internasional 🙂

tertiblantas.com: Memotret Pelanggaran Lalu Lintas Bisa Dapat Hadiah

Sudah setahun lebih saya menjadi penghuni Jakarta. Setiap kali melihat jalanan di ibukota ini saya sering melihat pengendara yang pemberani. Ya, berani nyelonong ke jalur busway, berani berakrobat di trotoar, berani menerobos lampu merah, bahkan tak jarang juga yang berani melawan arus kendaraan, ckckck.. Mumpung gak ada polisi yang jaga gituu..

Untuk meningkatkan kesadaran akan peraturan lalu lintas ini, PemProv DKI bekerja sama dengan Polda Metro Jaya mengembangkan website tertiblantas.com. Melalui website ini, kita bisa mengunggah foto atau video yang berhubungan dengan pelanggaran lalu lintas. Bukan sekedar itu, kita akan memperoleh poin untuk setiap foto atau video yang dikirim. Nah poin yang telah dikumpulkan nantinya bisa ditukarkkan dengan berbagai pilihan hadiah yang disediakan, asik kaan 🙂

tertiblantas

Setiap mencapai 1000 poin, kita bisa memperoleh badge. Seperti halnya konsep jejaring sosial di forum-forum, para pengguna akan memiliki pangkat/level tergantung dari banyak badges yang dimiliki. Pangkatnya mulai dari e-Brigadir, e-Inspektur, e-Komisaris, e-Kombes, hingga e-Jendral. Continue reading