Thank You Guru

Bagi yang belum tau, tanggal 25 November diperingati sebagai Hari Guru Nasional Indonesia. Memang sih tidak seterkenal tanggal nasional lain seperti 17 Agustus, 10 November, atau 21 Juni (tanggal apa ini? Oh ternyata tanggal lahir Pak Jokowi :P). Berhubung udah lama nggak ngeblog, tulisan kali ini saya dedikasikan untuk para guru yang telah memberi saya inspirasi dan menjadikan saya menjadi seperti saat ini.

di foto ini ada kakak saya. hayo yang mana??

di foto ini ada kakak saya. hayo yang mana??

Sejak lahir, saya sudah berada dalam didikan seorang guru: my father. Bapak saya adalah guru SMP, sehingga di waktu kecil saya sudah familiar dengan kehidupan seorang guru. Terkadang saya diajak ke sekolah dan memperhatikan beliau mengajar. Bahkan saat musim ujian, saya suka dimintai bantuan untuk mengoreksi hasil ujian pilihan ganda (jadi cukup membandingkan hasil kerjaan siswa dengan kunci jawabannya, sebuah tugas yang seru bagi anak-anak). Setiap hari Senin-Sabtu, beliau berangkat pagi-pagi dengan motor tuanya dan pulang sore hari. Seringkali dengan membawa cemilan dari rapat, serta setiap hari Kamis beliau membelikan Bobo, majalah favorit saya 🙂 Continue reading

Manusia Berkeluh Kesah, Allah Menjawab

.

Manusia diciptakan dengan sifat keluh kesah dan kikir…

“Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Apabila ia ditimpa kesusahan, ia berkeluh kesah. Apabila ia mendapat kebaikan, ia amat kikir, kecuali orang-orang yang mengerjakan shalat, yang tetap mengerjakan shalatnya”

(QS. Al-Ma’ārij: 19-22)

Tapi Allah Yang Maha Sempurna menjawab semua keluh kesah manusia …

Berikut beberapa sebagian keluh kesah manusia yg sebenarnya sudah dijawab oleh Allah :

Manusia Berkata : “Aku Lelah Ya Allah” 

Allah Menjawab :

“…dan Kami jadikan tidurmu untuk istirahat

(QS. An-Naba’ : 9)

Manusia Berkata :“Aku nggak sanggup Yaa Allah, sudah nggak kuat Yaa Allah”

Allah Menjawab :

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. “

(QS. Al-Baqarah: 286)

Manusia Berkata : “Ah ini pasti nggak mungkin”

Allah Menjawab :

Sesungguhnya keadaan-Nya Apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: “Jadilah!” maka terjadilah ia.. “

(QS. Yaasiin: 82)

Manusia Berkata : “Arrgghh aku stress”

Allah Menjawab :

(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram

(QS. Ar-Ra’d : 28)

Manusia Berkata : “Ini semua sia-sia”

Allah Menjawab :

Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.

(QS. Az-Zalzalah: 7)

Manusia Bersedih Hati : “Hikks.. mengapa nasibku seperti ini.. 😦 ”

Allah Menjawab :

“…..Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah beserta kita…………“

(QS. At-Taubah: 40)

Berapa banyakpun keluh kesah dalam kehidupan sehari-hari, Allah memberi kisah :

“Ya’qub menjawab: “Sesungguhnya hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku, dan aku mengetahui dari Allah apa yang kamu tiada mengetahuinya”.

(QS. Yusuf: 86)

Karena manusia sering berkeluh kesah, maka Allah memerintahkan manusia supaya berdoa kepada-NYA dan mengancam orang-orang yang tidak memohon(berdoa) kepada-NYA dengan ancaman Neraka Jahannam.

Allah berkata :

Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina“.

(QS. Ghafir : 60)

Jadi jika tidak berdoa kepada Allah menurut ayat diatas, maka akan dikelompokkan sebagai orang-orang yg sombong….

*tulisan di atas saya sadur dari salah satu email di sebuah milis, dengan editan seperlunya.

Memang cukup inspiratif dan mampu mengingatkan kita bahwa apapun yang terjadi di dunia ini, Allah selalu ada untuk kita. 🙂

Wallahu a’lam Bisshowab

Berkah atau Musibah?

Cerita di bawah ini cukup inspiratif dan mengajak kita untuk menyikapi setiap kejadian dengan bijak.

Selamat membaca..


Alkisah terdapat seorang petani tua di suatu kampung. Suatu hari saat sedang pergi menaiki motor bututnya, dia ditabrak oleh mobil milik seorang saudagar. Untungnya sang petani tidak terluka sedikitpun, hanya saja motornya menjadi rusak parah. Setelah pulang, para warga di kampungnya datang menjenguk dan merasa kasihan karena motornya rusak parah.
Sang petani pun berkata, “Dari mana kalian tahu bahwa motorku yang rusak ini adalah musibah?”

Keesokan harinya, saudagar yang telah menabrak sang petani ternyata juga datang menjenguk. Sebagai permintaan maaf, beliau pun memberikan motor baru kepada sang petani. Mengetahui hal tersebut, para warga mengunjungi sang petani dan mengucapkan selamat. Mereka tidak menyangka kecelakaan yang mengakibatkan motornya rusak parah, justru membawa berkah.
Sang petani pun berkata, “Dari mana kalian tahu bahwa motor baru yang aku miliki ini adalah berkah?”

Suatu hari, anak lelaki sang petani ingin jalan-jalan dengan motor barunya. Karena terlalu semangat, sampai-sampai motornya mengeluarkan suara yang sangat keras. Suara tersebut ternyata membuat kerbau milik sang petani menjadi takut dan pergi dari kandangnya, lalu lari ke hutan. Para tetangga pun menyalahkan sang petani, “Makanya, pintu kandangnya ditutup dengan rapat.. tuh kan kerbaunya jadi kabur”.
Sang petani pun berkata, “Dari mana kalian tahu bahwa kaburnya kerbauku itu adalah musibah?” Continue reading

Kondisi-Kondisi yang Tidak Termasuk Ghibah Berdosa

Apakah kamu pernah ngomongin orang, terutama ngomongin yang jelek-jelek? Terdapat 2 kemungkinan saat ngomongin orang:

  • Yang diomongin adalah hal yang benar, maka termasuk ghibah
  • Yang diomongin ternyata tidak benar, maka termasuk dusta dan fitnah

Entah benar atau tidak, membicarakan kejelekan orang lain termasuk dosa. Namun, ada beberapa kondisi di mana ghibah menjadi tidak haram. Tulisan di bawah ini saya peroleh dari milis, agar tidak mendekam dan terkubur di arsip email, maka saya share di sini saja.

Selamat membaca..

Wallahu a’lam bish-showab

Terjemahan Riyadush Sholihin karya Al Imam An Nawawi rohimahullah pada Bab ke-256 :

“Penjelasan Tentang Hal-Hal Yang Diperbolehkan Dari Ghibah”

 

Berkata Al Imam An Nawawi rohimahullah :

Ketahuilah olehmu bahwasanya ghibah (menyebutkan kejelekan orang lain) itu diperbolehkan pada keperluan yang benar dan syar’i, yang mana tidaklah mungkin tercapai suatu tujuan kecuali dengan ghibah tersebut (sehingga hal-hal yang disebutkan berikut ini bukanlah termasuk ghibah yang diharomkan -ed).

Dan hal tersebut ada 6 kondisi :

Pertama : At Tazhollum (mengadukan kezholiman)

Maka diperbolehkan bagi orang yang terzholimi untuk mengadukan kezholiman orang lain yang menzholiminya kepada penguasa atau hakim atau selain keduanya dari kalangan orang-orang yang memang memiliki wilayah kekuasaan untuk mengadili kezholiman yang diperbuat oleh orang tersebut misalnya dengan mengatakan : “si Fulan telah menzholimi diriku demikian dan demikian”.

Kedua : Meminta pertolongan dalam rangka ingin mengubah kemungkaran atau mengembalikan pelaku kemaksiatan kepada jalan kebenaran.

Maka diperbolehkan bagi seseorang untuk berkata kepada orang lain yang diharapkan mampu untuk mengubah kemungkaran tersebut : “si Fulan telah berbuat demikian dan demikian, maka laranglah ia dari perbuatannya tersebut?” atau perkataan lain semisalnya. Continue reading

Sedekah vs Rokok

.

Tersebutlah seorang manusia bernama Si Goblo.

Si Goblo hanya mampu sedekah rata-rata seribu sehari.
Tetapi dia suka merokok, dalam sehari bisa habis 10ribu hanya untuk beli rokok.

Mari kita hitung..

Dalam setahun, berapa sedekah Si Goblo? 365 ribu rupiah..
Dalam setahun, berapa uang yang dipake untuk merokok? TIGA JUTA ENAM RATUS LIMA PULUH RIBU RUPIAH!!

Jadi siapa Tuhan si Goblo? Allah atau rokok?

*ini hanya sekedar bahan renungan, silakan ditafsirkan sendiri hikmahnya.. 🙂