Hati-Hati Membaca (Grafik) Data

Sering kali kita menemukan data yang ditampilkan dalam bentuk grafik. Memang, dengan melihat grafik, kita jadi lebih mudah untuk memahami info yang diberikan dari data tersebut daripada hanya melihat sekumpulan angka. Misalnya kita dapat membandingkan beberapa objek, memperhatikan korelasi antara beberapa parameter, dsb. Namun, kadang kita harus teliti dalam membaca grafik tersebut. Jika tidak seksama, bisa jadi persepsi kita ‘tertipu’, seperti pada contoh-contoh berikut.

Misalnya saya mengambil data tinggi badan dari 5 orang bernama Adi, Budi, Cindi, Dedi, dan Edi. Lalu hasilnya saya tampilkan dalam grafik berikut:

barchart1

Saat melihat grafik tersebut, terlihat seolah-olah tingginya Dedi sekitar tiga kali lipat dari Cindi, dan tingginya Edi hampir setengah dari Dedi. Padahal jika diperhatikan dengan seksama, kisaran dari nilai yang ditampilkan (di sumbu-y) yaitu 150-185, tidak dimulai dari 0. Jadi saat melihat grafik, perhatikan range datanya.

Sekarang perhatikan grafik berikut.

barchart2

Continue reading