‘Ospek’ Ala TU Delft

Ospek TUDelft

Saat menjadi mahasiswa baru di suatu universitas, biasanya ada semacam acara orientasi untuk mengenalkan maba pada lingkungan pendidikannya. Di Indonesia biasa dijuluki ‘ospek’. Begitu juga di TU Delft, acara orientasinya disebut Introduction Programme, dan ini dilaksanakan selama seminggu pertama sebelum kuliah dimulai. Orientasi ini memang sangat penting, terutama bagi mahasiswa dari negeri jauh kayak kami ini yang masih butuh pengarahan. Kita bisa belajar bagaimana berinteraksi dengan teman-teman dari berbagai negara dengan keunikan masing-masing, mengenal lingkungan baru, budaya baru, dsb.

Namun, di sini orientasinya seru, penuh senyuman. Nggak pake ada sesi senior marah-marah yang bikin tekanan batin. Justru senior dan para panitia bagaikan peri kakak yang memastikan adik-adiknya bahagia dan betah di sini *ceilleee.. Berikut beberapa acaranya:

1. City Rally

Saat Introduction Program, kami dibagi menjadi beberapa kelompok dan tiap kelompok didampingi seorang coach. Kegiatan pertama kami yaitu city rally. Setiap kelompok ditugaskan berkeliling kota Delft dan menjalankan beberapa misi, misalnya pergi ke stasiun dan mengajak random stranger buat foto bareng. Pada saat berangkat, tiap kelompok diberi sebuah balon. Selama perjalanan, balon itu harus ditukar dengan lain secara berantai sehingga lama-lama bisa mendapat barang lain yang jauh lebih berharga. Ternyata ada kelompok yang berhasil sampai dapet lapotp, bahkan kapal karet, hebat yaa.

2. Water Rocket Project

Ini adalah salah satu program ‘serius’ saat orientasi.  Tiap kelompok diberi tugas membuat roket air. Konsepnya sederhana. Botol gede dikasih sirip dan moncong kayak roket, trus nanti diisi air, dipompa, dan blasttt… ‘roket’ ini bakal melesat tinggi ke udara. Lalu sampe di atas parasut akan terbuka dan roketnya jatuh perlahan. Siapa yang lebih lama di udara, dia yang menang. Continue reading

Lomba Tujuh Belasan di Delft

ppi delft 17an

Dalam rangka memperingati hari kemerdekaan Indonesia, hari Minggu kemarin PPI Delft mengadakan lomba khas tujuh belasan. Oke saya tau ini agak  nggak matching. Judulnya 17an, tapi dilaksanakan tanggal 23 :P. Bertempat di lapangan Mina Krusemanstraat, acara ini diikuti oleh puluhan mahasiswa di Delft. Bahkan tidak hanya orang Indonesia, teman-teman dari negara lain pun juga ikutan, jadi kebayang dong serunya..

Lomba-lomba yang dilakukan antara lain balap karung, memindahkan bendera, memecahkan balon, makan kerupuk, memindahkan kelereng dengan sendok, joget balon, dan memasukkan pensil ke dalam botol. Sedangkan perlombaan terakhir yaitu futsal pake sarung. Team Indonesia vs Team internasional. Hasilnya seri 1-1, sehingga dilanjut tendangan pinalti, tapi nendangnya mundur, hahaha.. Akhirnya team Indonesia menang, yeayyy.. siapa tau kemenangan ini bakal berlanjut ke piala dunia *maunya

beberapa lomba yang diadakan di 17an PPI Delft

beberapa lomba yang diadakan di 17an PPI Delft

Continue reading

Hoi Holland!!

Dari dulu saya belum pernah ke luar negeri. Meskipun sempat beberapa kali ada kesempatan untuk keluar negeri, tapi ujungnya selalu gagal. Bahkan sekedar rencana jalan-jalan ke Singapura, tiket juga sudah dibeli, pun tidak jadi berangkat. Makanya saya sempat dianggap memiliki ‘kutukan’ yang menghalangi saya ke mancanegara (maksa banget :v)

Tapi akhirnya kutukan tersebut terpatahkan.. Tanggal 17 Agustus kemarin, saya berhasil mendarat di bandara Schiphol, Amsterdam, Belanda. And finally, here I am!!

h2c in delft

Selama 2 tahun ke depan insyaa Allah saya akan studi di Technische Universiteit Delft, Magister Computer Science, track Data Science and Technology. Mengapa saya ke sini? Bagaimana saya bisa sampai sini? Ngapain aja di sini? Bagaimana kehidupan di sini? Insyaa Allah kalo sempat saya bakal share di blog ini (sempet-sempetin lah ndra, males banget ih >_<)

Kesan pertama di sini sih, nih negara teratur banget, ya sebagaimana tipikal negara-negara maju, apalagi di Eropa. Bangunan-bangunan tersusun rapi, jalanan lebar dan bagus, serta fasilitas umumnya komplit dan canggih. Yah semoga saja saya bisa betah di sini. Hidup nyaman, kuliah lancar, pengalaman nambah, punya banyak teman dari berbagai negara, bisa bermanfaat bagi orang lain, dan tentu saja tetap selalu ingat Yang Di Atas. Mohon doanya yaaa ^^

Pre-Departure Briefing Holland Students 2015

pre departure briefing 2015

Hari Sabtu kemarin saya bela-belain pergi ke Jakarta lagi demi mengikuti Pre-Departure Briefing. Ini adalah program yang diselenggarakan Neso Indonesia yang ditujukan untuk seluruh mahasiswa Indonesia yang akan studi di Belanda. Ternyata yang dateng banyak banget,.. ratusan… karena berbagai mahasiswa, baik bachelor, master, short-couse, maupun exchange ngumpul semua di sini. Maklum sih, Belanda emang salah satu negera tujuan favorit di Eropa untuk melanjutkan studi. 🙂

Pre-Departure Briefing ini diawali dengan sambutan-sambutan. Salah duanya dari Meneer Mervin Bakker (Direktur Nuffic Neso Indonesia) dan Pak Bambang Hari Wibisono dari KBRI. Selanjutnya berbagai acara seru pun ditunjukkan. Ada video overview Belanda. Ada presentasi mengenai beasiswa StuNed dari para awardee-nya. Setelah itu ada kuis yang dikoordinir oleh Meneer Mervin. Hadiahnya berupa voucher belanja looh.

  • Kuis Topi Oranye

Nah kuis ini cukup seru karena semua peserta yang hadir bisa ikut. Peraturannya sederhana. Setiap peserta diberi topi. Nanti diberi pertanyaan dengan pilihan jawaban A & B. Jika kita memilih A maka topinya dipake. Jika memilih B maka topinya tidak dipake. Bagi yang menjawab salah akan tereliminasi. Begitu seterusnya hingga tersisa 1 orang terakhir yang menjadi pemenangnya.

Berbagai pertanyaan pun dilontarkan, seperti apa ibukota Belanda, tanggal berapakah King’s Day, perusahaan mana yang 100% milik Belanda, dst. Saya sendiri gagal saat menjawab pertanyaan “Which is the largest university in The Netherlands? A. Utrecht University, B. University of Amsterdam”. Hayo, kira-kira jawabannya yang mana hayooo.. Setelah 15 pertanyaan, akhirnya tersisa 4 peserta. Lalu muncullah pertanyaan terakhir yang menjadi penentu, kali ini soal isian singkat: “The estimated distane between The Netherlands and Indonesia is…”. Alamaaak, susah kali itu pertanyaan, saya sendiri juga nggak pernah ngukur, hahaha.. Akhirnya pemilik jawaban yang paling mendekati pun menang. Selamat yaa.. ^^

  • Sketsa Kehidupan di Belanda.

Sesi selanjutnya adalah penjelasan mengenai kehidupan mahasiswa di Belanda. Yang bikin seru, presentasinya tidak hanya berupa slide tetapi juga melalui drama yang diperankan oleh para alumni. Continue reading

Nederlands is Een Interessante Taal

Buku Pelajaran Bahasa Belanda

Bagi yang penasaran, judul di atas adalah kalimat dalam bahasa Belanda yang artinya “Dutch is an interesting language“. Saya buat tulisan ini karena selama 1,5 bulan terakhir, saya telah mengikuti Kursus Akulturasi Belanda, tepatnya 18 Mei – 29 Juni 2015. Kelasnya di Erasmus Taalcentrum (di dalem kedutaan Belanda, Jl Rasuna Said, Kuningan) setiap hari Senin, Rabu dan (kadang-kadang) Kamis jam 18.00 – 21.00. Iya jadwalnya malam, jadi cocok buat kami-kami yang siangnya kerja ini. Kebetulan lokasinya deket juga dengan kost tempat saya tinggal 🙂

Berhubung kursus ini totalnya hanya 48 jam, tentu saja bahasa Belanda yang diajarkan masih dasar. Grammarnya masih standar dan kosa katanya terbatas untuk percakapan sehari-hari. Menariknya banyak sekali kami temukan kosa kata bahasa Belanda yang diserap ke dalam bahasa Indonesia, misalnya oom, tante, handoek, kantoor, wastafel, apotheek, dll. Wajar sih, Indonesia pernah dijajah Belanda selama 350 tahun gitu loh. Sebenarnya jika ingin ke Belanda, kita tidak harus bisa bahasa Belanda. Soalnya orang Belanda rata-rata sudah pada bisa bahasa Inggris. Tapi tidak ada salahnya mempelajarinya, lumayan buat nambah skill, jadi bisa memahami berita atau pengumuman dalam bahasa Belanda, maupun bersosialisasi lebih dekat dengan penduduknya.

Pada kelas akulturasi ini, kami tidak hanya diajari bahasa Belanda, tetapi juga dijelaskan tentang budaya, sejarah, dan kehidupan di Belanda. Jadinya, kami banyak mendapat wawasan mengenai bagaimana bertahan hidup di Belanda, berinteraksi dengan masyarakat, serta mengetahui tempat-tempat menarik di sana. Waah jadi tidak sabar untuk menjelajah negeri kincir angin :3

kelas akulturasi

Kursus akulturasi ini diselenggarakan atas kerja sama Erasmus Taalcentrum, Nuffic-Neso Indonesia, INA, dan Kedutaan Besar Kerajaan Belanda. Pada dasarnya program ini gratis, syaratnya yaitu harus memiliki LoA di salah satu universitas di Belanda. Saat mendaftar, peserta harus membayar 1 juta rupiah sebagai jaminan. Jika rajin dateng ke kelas dan nilai ujiannya bagus, di hari terakhir uang tersebut dikembalikan. Lumayan dapet bonus sertifikat, kaos, dan topi juga loh 🙂

Terima kasih untuk Mevrouw Ita Pohan dan Mevrouw Dini yang sudah dengan sabar mengajar kami. Terima kasih juga kepada teman-teman sesama kursist yang suka heboh saat pelajaran, hahaha. Veel success en tot ziens ^^

Les Bahasa Belanda