Thank You Guru

Bagi yang belum tau, tanggal 25 November diperingati sebagai Hari Guru Nasional Indonesia. Memang sih tidak seterkenal tanggal nasional lain seperti 17 Agustus, 10 November, atau 21 Juni (tanggal apa ini? Oh ternyata tanggal lahir Pak Jokowi :P). Berhubung udah lama nggak ngeblog, tulisan kali ini saya dedikasikan untuk para guru yang telah memberi saya inspirasi dan menjadikan saya menjadi seperti saat ini.

di foto ini ada kakak saya. hayo yang mana??

di foto ini ada kakak saya. hayo yang mana??

Sejak lahir, saya sudah berada dalam didikan seorang guru: my father. Bapak saya adalah guru SMP, sehingga di waktu kecil saya sudah familiar dengan kehidupan seorang guru. Terkadang saya diajak ke sekolah dan memperhatikan beliau mengajar. Bahkan saat musim ujian, saya suka dimintai bantuan untuk mengoreksi hasil ujian pilihan ganda (jadi cukup membandingkan hasil kerjaan siswa dengan kunci jawabannya, sebuah tugas yang seru bagi anak-anak). Setiap hari Senin-Sabtu, beliau berangkat pagi-pagi dengan motor tuanya dan pulang sore hari. Seringkali dengan membawa cemilan dari rapat, serta setiap hari Kamis beliau membelikan Bobo, majalah favorit saya 🙂

Guru inspiratif saya selanjutnya adalah Pak Suyadi, guru matematika saat SMP. Beliau lah yang telah memperkenalkan saya ke dunia olimpiade matematika. Pak Yadi sangat gigih dalam mengajar, sampai-sampai saya pernah diajak menginap di rumah beliau agar saya dapat belajar lebih intensif untuk persiapan kompetisi. Dia selalu memotivasi saya untuk terus mengembangkan diri dan memiliki cita-cita yang tinggi.

Guru SMP saya lagi yang tak kalah inspiratif adalah Pak Wiyono, my English teacher. Jujur saat SMP, bahasa Inggris saya sangat mengenaskan, kosa kata sedikit, grammar amburadul. Namun setelah diajar Pak Wi, kemampuan saya sedikit demi sedikit meningkat. Memang metode beliau banyak menekankan pada praktek, seperti public speaking, story telling, cerdas cermat, dst. Akhirnya saya pun jadi agak lebih pede kalo ngobrol pake bahasa Inggris B-)

Untuk guru SMA, gelar guru inspiratif saya jatuhkan pada Pak Mucayit, wali kelas saya yang berasal dari Turki. Di SMA saya, wali kelas sangat dekat pada siswa-siswanya. Berbagai kegiatan kami jalani bersama, seperti mentoring, camping, jalan-jalan, olahaga, dan memasak. Sebagai anak asrama, kehadiran wali kelas benar-benar seperti pengganti orang tua di sini. Mr. Mucayit selalu hadir memberikan solusi saat kami ada masalah maupun dilema.

Itu lah beberapa guru yang cukup banyak memberikan pengaruh pada perjalanan hidupku. Sebenarnya untuk level perguruan tinggi, ada juga beberapa dosen yang menjadi inspirasi saya, kapan-kapan saya taruh di postingan terpisah aja deh, kali ini fokus ke guru sekolahan aja, hihihi..

Memang guru adalah pekerjaan yang sangat mulia. Terutama guru-guru yang memang mengabdikan dirinya untuk dunia pendidikan. Tidak hanya sebatas mendidik dari sisi akademik tetapi juga moral dan etika. Guru adalah kunci dari investasi sumber daya manusia yang berkualitas. Mereka ada di balik kesuksesan murid-muridnya, entah yang sudah jadi pengusaha, direktur, bahkan presiden. Jadi bukan rahasia lagi, seorang guru akan memiliki ribuan orang yang selalu mengingatnya.. Tak heran jika dia dijuluki pahlawan tanpa tanda jasa.

Terima kasih Pak Guru.. Terima kasih Bu Guru… ^^

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s