Pesona Sawarna

Pada weekend kali ini, saya dan 6 rekan kerja yang kebetulan lelaki jomblo semua menjelajah Sawarna. Bagi yang belum tahu, Sawarna adalah kawasan pantai yang berlokasi di Lebak, Banten. Kami berangkat dari Jakarta kamis malam sekitar jam 10. Ternyata jalanan cukup macet, mungkin karena ini malam imlek dan long weekend jadi orang-orang pada berbondong-bondong ke luar Jakarta. Pas subuh, kami masih di Puncak dan mampir ke masjid kondang di sini, yaitu Masjid At-Ta’awun. Setelah sholat, istirahat, dan makan mie rebus, trip pun dilanjutkan.

Alhasil, jam 11 kami pun tiba di Vila yang kami pesan di Sawarna. Namanya Villa Hula-Hula, sayangnya kami tidak melihat ada penari Hawaii di sini 😛 . Berhubung capek banget (12 jam lebih di jalan euy), kami pun makan siang, sholat, lalu tidur siang. Sorenya, petualangan pun dimulai…

Tanjung Layar

Tujuan pertama kami adalah Tanjung Layar. Sepertinya disebut begitu karena terdapat barisan karang mendatar yang seakan-akan menjadi kapalnya. Lalu di tengah terdapat karang besar yang berbentuk seperti layar *sotoy. Untuk pergi ke karangnya, kita harus menyeberang ke tengah dulu. Momen terbaik di sini yaitu saat ada ombak menerjang karang, begitu indah dilihat. 🙂

karang tanjung layar

Pasir Putih

Destinasi selanjutnya yaitu pantai di dekat Tanjung Layar, cukup dengan jalan sebentar. Saya kurang tahu nama area ini, pokoknya di sini terbentang garis pantai yang cukup panjang dan ditemani pasir putih yang polos. Pemandangannya sangat bagus, apalagi lingkungannya sangat bersih, tidak banyak sampah. Sambil menunggu matahari terbenam, kami pun bermain bodysurfing di sini. Cukup seru juga meluncur bersama ombak di atas papan selancar.

Langit sudah gelap, kami pun balik ke villa. Setelah makan, malam ini diisi dengan rapim team tunggal putra sambil main UNO. Habis itu tidur.

Legon Pari

Paginya setelah sarapan, kami ke pantai lagi. Kali ini tujuannya Legon Pari. Setelah parkir mobil, kami harus melewati sawah dan bukit untuk menuju tempat ini. Di Legon Pari ternyata pemandangannya lebih menarik lagi, ada pasir putihnya, ada karangnya juga. Bahkan, batu karangnya lebih banyak dan besar.

Setelah puas bermain-main, kami pun balik. Kami berinisiatif ambil rute menyusuri pantai hingga ke Tanjung Layar. Bagi yang males jalan, sebenarnya da fasilitas ojek juga. Untung saja selama dua hari di sini, cuaca cukup mendukung jadi liburan kami benar-benar menyenangkan.

pantai sawarna

Setelah kembali ke villa, kami makan siang dan bersiap-siap pulang. Jam 13.00 kami tancap gas kembali ke ibukota. Kami sempat makan malam di warung Sate Maranggi, Cibodas. Lalu sempat niat ke Taman Safari, tapi berhubung sudah malam dan agak hujan, jangan-jangan hewannya pada males keluar. Mau mampir minum susu di Cimory juga, eh ternyata sudah tutup. Yasudah lah,.. Jam 11 malam, kami pun akhirnya tiba di sarang masing-masing.

Sampai jumpa di petualangan berikutnya 😀

Advertisements

2 comments on “Pesona Sawarna

  1. Pingback: sunrise | Gugelberg

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s