Berkah atau Musibah?

Cerita di bawah ini cukup inspiratif dan mengajak kita untuk menyikapi setiap kejadian dengan bijak.

Selamat membaca..


Alkisah terdapat seorang petani tua di suatu kampung. Suatu hari saat sedang pergi menaiki motor bututnya, dia ditabrak oleh mobil milik seorang saudagar. Untungnya sang petani tidak terluka sedikitpun, hanya saja motornya menjadi rusak parah. Setelah pulang, para warga di kampungnya datang menjenguk dan merasa kasihan karena motornya rusak parah.
Sang petani pun berkata, “Dari mana kalian tahu bahwa motorku yang rusak ini adalah musibah?”

Keesokan harinya, saudagar yang telah menabrak sang petani ternyata juga datang menjenguk. Sebagai permintaan maaf, beliau pun memberikan motor baru kepada sang petani. Mengetahui hal tersebut, para warga mengunjungi sang petani dan mengucapkan selamat. Mereka tidak menyangka kecelakaan yang mengakibatkan motornya rusak parah, justru membawa berkah.
Sang petani pun berkata, “Dari mana kalian tahu bahwa motor baru yang aku miliki ini adalah berkah?”

Suatu hari, anak lelaki sang petani ingin jalan-jalan dengan motor barunya. Karena terlalu semangat, sampai-sampai motornya mengeluarkan suara yang sangat keras. Suara tersebut ternyata membuat kerbau milik sang petani menjadi takut dan pergi dari kandangnya, lalu lari ke hutan. Para tetangga pun menyalahkan sang petani, “Makanya, pintu kandangnya ditutup dengan rapat.. tuh kan kerbaunya jadi kabur”.
Sang petani pun berkata, “Dari mana kalian tahu bahwa kaburnya kerbauku itu adalah musibah?”

Ternyata, beberapa minggu kemudian kerbau petani itu kembali dari hutan. Tidak hanya itu, si kerbau kembali bersama 2 ekor kerbau liar. Kerbau liar yang gemuk-gemuk itu pun akhirnya menjadi milik sang petani. Para tetangga pun menanggapi kejadian tersebut, “Wah ternyata benar, kami kira hilangnya kerbaumu adalah musibah, ternyata malah membawa keberuntungan. Dia mengajak kerbau-kerbau liar di hutan untuk ikut ke kandangmu.”
Sang petani pun berkata, “Dari mana kalian tahu bahwa bertambahnya kerbauku itu adalah sebuah keberuntungan?”

Beberapa hari kemudian, salah satu kerbau liar milik sang petani tiba-tiba mengamuk dan akhirnya menyeruduk anak sang petani. Kaki anak itupun terluka, akhirnya anak lelaki sang petani menjadi pincang. Para warga pun turut berduka cita atas kejadian yang menimpa anaknya.
Sekali lagi, sang petani pun menanggapi, “Dari mana kalian tahu bahwa kaki anakku yang menjadi pincang adalah hal buruk bagi kami?”

Beberapa waktu kemudian, para tentara berdatangan ke kampung sang petani. Mereka ditugaskan untuk mengumpulkan semua lelaki muda yang ada di sana untuk direkrut sebagai anggota militer dan akan diikutkan dalam perang untuk membela negara. Masalahnya, musuh yang dilawan sangat kuat sehingga kemungkinan besar negeri tersebut akan kalah perang dan kecil peluang bagi tentara untuk bisa bertahan hidup di medan perang. Namun, anak sang petani tidak diikutkan dalam perang karena kakinya pincang. Para warga pun mengunjungi sang petani sambil bersedih. Mereka berkata, “Sungguh beruntung dirimu, anak laki-lakimu tidak perlu berkorban di medan perang. Kecelakaan yang pernah dia alami justru menyelamatkan dia.”
Sang petani lalu menjawab :” Untuk kesekian kalinya aku beritahukan bahwa kalian jangan terlalu cepat menarik kesimpulan. Setiap kejadian yang menimpa kita, tidak ada yang tahu apakah ini suatu berkah atau musibah. Yang penting mari kita tawakkal dan yakin bahwa Tuhan selalu memberikan yang terbaik pada kita.”

Allah SWT telah berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 216:
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah maha mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui”

Jadi, apapun peristiwa yang kita alami, hendaklah kita menyikapinya dengan bijak dan positif. Allah pasti sudah mempersiapkan skenario terbaik bagi hidup kita masing-masing.
Sesuai ayat di atas, Allah Maha Tahu, sedangkan manusia tidak tahu. Makanya kita jangan sok tahu 😛

Semoga bermanfaat 🙂
Wallaahu a’lam bish-showab

Advertisements

One comment on “Berkah atau Musibah?

  1. Allah selalu memberikan yang terbaik pada semua hambaNYA, maka yang terpenting dilakukan semua hambaNYa adalah mensyukuri semua yang dialami dan menerimanya dengan iman yang kokoh teguh bahwa Allah dalam menguji semua hambaNYA, TIDAK PERNAH MELEWATI BATAS KEMAMPUAN hamba yang Allah uji.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s