Mana yang Lebih Bikin Basah Saat Kehujanan, dengan Berjalan atau Berlari?

Akhir-akhir ini, hampir tiap hari Jakarta diguyur hujan.. Jadi teringat, dulu saya pernah berdiskusi dengan teman-teman saya: saat kita kehujanan, mana yang membuat kita lebih basah, dengan berjalan atau berlari? atau sama saja?

Saya cari di internet, ternyata ada banyak perdebatan mengenai ini, beberapa pihak punya jawaban masing-masing.

Secara teoritis, banyak yang telah merumuskan banyaknya air yang mengguyur kita saat berjalan/berlari. Salah satunya dapat dilihat video menarik dari MinutePhysics berikut:

Pada video tersebut dijelaskan bahwa saat bergerak di bawah hujan, kita menerima tumpahan air dari atas dan depan.

Semakin lama kita kehujanan, tentu semakin banyak air yang menimpa kita dari atas. Sehingga dapat dirumuskan:

Banyak air yang mengguyur kita dari atas = debit air per detik x seberapa lama berada di bawah air.

Sedangkan banyak air yang menerpa dari depan, tidak tergantung dengan kecepatan. Mau cepat mau lambat, air yang kita ‘tabrak’ sama banyaknya. Namun, semakin jauh kita melangkah, air yang di’tabrak’ juga lebih banyak. Jadi rumusnya:

Banyak air yang mengguyur kita dari depan = banyak air per meter x berapa meter jarak yang ditempuh.

rumus kebasahan hujan

Artinya, banyak guyuran air total dipengaruhi oleh lamanya kita berada di bawah air serta jarak yang ditempuh. Jadi, jika kita ingin pergi dari titik A ke titik B saat hujan, berjalan maupun berlari jaraknya tetap sama. Tetapi dengan berjalan, kita lebih lama berada di bawah air, sehingga lebih basah.

Kesimpulan: Secara teori, berjalan di bawah hujan lebih basah daripada berlari.

Namun, ada juga yang menyatakan bahwa berlari justru lebih basah. Misalnya seperti percobaan yang dilakukan MythBusters berikut:

Mereka melakukan praktikum dengan membandingkan jumlah air yang diterima saat berlari dengan saat berjalan, dibawah hujan buatan, dengan kecepatan hujan yang sama serta jarak tempuh yang sama.

Hasilnya? Justru air yang diperoleh saat berlari dua kali lebih banyak daripada saat berjalan? Whaaat?!?!

Kalo menurut saya pribadi sih, lebih setuju bahwa kalo jalan bakal lebih basah. Cukup dengan nalar pun, sepertinya emang begitu kan. Semakin lama kehujanan, semakin basah. Jadi saat kehujanan dan gak pake payung, lari aja biar basahnya bisa diminimalisasi. Tapi ati-ati kepleset lho, hohoho..

Namun, rumus yang diberikan MinutePhysics di atas masih sederhana, belum mempertimbangkan faktor lain seperti bentuk tubuh manusia, serta gerakannya saat berjalan dan berlari. Saat berlari kan, tubuh tangan bergerak kesana ke mari, sehingga banyak mengenai air hujan juga. Mungkin itu yang terjadi pada percobaan Mythbusters.

Di satu sisi, percobaan Mythbusters itu masih kurang valid juga karena hanya menggunakan sampel jarak dekat, hanya 10 feet. Coba jika diuji dengan kehujanan sejauh ratusan meter. Ada yang mau mengujinya? wkwkwk..

Yah, tapi solusi terbaik tetep aja “sedia payung sebelum hujan”. Kalo pake payung kan aman, gak peduli mau jalan atau lari. Lagian kalo pas hujan deras dan gak pake payung, mau lari mau jalan hasilnya tetep aja basah kuyup kan, wkwkwk.. Jadi mendingan berteduh deh 🙂

Advertisements

One comment on “Mana yang Lebih Bikin Basah Saat Kehujanan, dengan Berjalan atau Berlari?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s