Ke Selatan, Ke Timur, Ke Utara. Kok Ke Tempat Semula?

Berikut ini adalah salah satu teka-teki favorit saya, biasanya suka saya tanyakan ke murid-murid saya saat mengajar:

Saya sedang berada di suatu tempat di Bumi. Suatu kali saya pergi ke arah selatan sejauh 100 km, lalu ke timur sejauh 100 km, dan lanjut ke utara 100 km. Ternyata saya kembali ke tempat berangkat tadi.

Di manakah saya?

Cukup unik dan menarik bukan? Jika dipikir dengan logika, jika seseorang melakukan perjalanan seperti di atas seharusnya posisinya sekarang berada 100 km ke timur dari tempat asal bukan?

Benar, jika hal itu dilakukan pada suatu bidang datar. Misalnya saja sekarang kamu coba ke selatan 10 meter, ke timur 10 meter, dan ke utara 10 meter. Pasti posisimu sekarang berada di 10 meter di timur posisi awal.

Menariknya, permukaan Bumi bukanlah suatu bidang datar. Namun, berupa bola pepat (anak SD udah pada tau kan pasti). Nah, dengan bentuk Bumi yang seperti ini kira-kira di mana saja tempat yang memenuhi kondisi seperti pada teka-teki?! Siap-siap yaa, jawabannya ada di bawah ini…

.

.

.

.

Kutub Utara

Ya, jawaban yang paling pertama terpikirkan biasanya adalah kutub utara. Jawaban ini memang benar, logis, dan mudah dipahami. Dari kutub utara, jika kita ke selatan 100 km, lalu bergerak ke timur atau barat seberapa jauh pun, kutub utara tetap berada di 100 km di utara kita. Sehingga setelah 100 km ke utara lagi, maka kita pasti kembali ke kutub utara.

Nah, selain kutub utara apakah ada lagi tempat yang memenuhi kondisi pada teka-teki ini?!

Jawabannya ADA. Bahkan banyak sekali lokasinya. Dan biasanya jawaban yang ini tidak terpikirkan.

Di manakah itu?

.

.

.

100 KM di Utara Suatu Tempat yang Panjang Garis Lintangnya 100/n KM.

Waduh, apa tuh maksudnya?

Jadi gini, berhubung Bumi itu bulat, misalnya kita berjalan terus ke arah timur, maka lama-lama kita pasti kembali ke posisi awal berangkat tadi kan. Nah, seberapa jauh kita harus berjalan agar kembali ke awal? Tergantung panjang garis lintangnya kan. Yang terpanjang tentu saja di khatulistiwa, dan semakin mendekati kutub, kelilingnya juga akan semakin kecil.

That’s it.. Artinya ada suatu tempat di Bumi yang panjang garis lintangnya 100 km (atau jika Bumi diiris melintang, maka keliling lingkarannya adalah 100 km). Di tempat tersebut, jika kita berjalan sejauh 100 km ke timur, maka kita akan kembali ke titik asal. Ngerti sampai sini?

Dengan begitu, suatu tempat yang berjarak 100 km di utara dari ‘cincin’ ini tentu saja menjadi jawaban dari teka-tekinya. Agar lebih mudah dipahami, perhatikan ilustrasi di bawah.

Perhatian bahwa selain keliling 100 km, keliling 50 km, 33,3 km, 25 km, dst. juga bisa. Untuk keliling 50 km misalnya, maka jika ke timur 100 km, kita tetap kembali ke posisi awal (dengan catatan, sudah mengelilingi ‘cincin melintang’ itu sebanyak dua kali). Karena itulah, solusi ini saya sebut dengan “100 km di utara suatu tempat yang panjang garis lintangnya 100/n km”.

Gimana teka-tekinya? Menarik kan?!

Ada yang udah menemukan solusi lain? hihihi..

Advertisements

6 comments on “Ke Selatan, Ke Timur, Ke Utara. Kok Ke Tempat Semula?

    • Wah agak susah juga ya buat nentuin di kota mana.
      Perhatikan gambar yang terakhir itu lho,
      Berawal di titik A, lalu ke bawah (garis biru, ceritanya ke selatan 100km)
      Lalu ke kanan (garis hijau, ceritanya ke timur 100km, dan ternyata kembali ke tempat yang sama lagi karena kelilingnya juga 100km)
      Dan terakhir kembali ke atas menuju titik B (garis oranye berimpit dengan garis biru, ke utara 100km dan kembali ke titik A lagi)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s