Evolusi Web

Saat ini, teknologi internet sedang nge-trend. Sudah tidak dapat dipungkiri bahwa kehidupan kita sangat bergantung pada internet. Hitung saja berapa banyak domain web yang sudah terdaftar, banyak banget kan. Lihat saja, berapa banyak orang yang tiap hari selalu gatel buat buka fesbuk dan twitter. Bahkan kamu yang sedang baca blog ini, butuh koneksi internet kan pastinya.

Memang, inovasi dalam dunia internet berkembang dengan pesat, kecepatan akses pun terus meningkat. Karena itu lah, website-website yang dibuat pun mengalami evolusi. Seperti apa evolusinya? Silakan lanjutkan membaca..

Web 1.0

Saat pertama kali internet muncul, desain web-web yang dibuat masih sangat sederhana dan relatif statis. Konsep gampangnya sih, seorang admininstrator memasang informasi di web, dan para pembaca dapat mengaksesnya. Ya, website2 jaman dulu memang kayak gini modelnya, satu arah. Misalnya saja situs pribadi, situs berita, dsb.

Web 2.0

Pada perkembangannya, website yang dibuat menjadi lebih dinamis dan melibatkan keaktifan pengguna web di dalamnya. Jadi, konten dapat diisi oleh siapa saja, tidak harus oleh admin. Dengan begitu satu pengguna dapat saling berbagi dan berinteraksi dengan pengguna lain melalui website. Misalnya seperti pada situs forum, jejaring sosial, situs wiki, blog, file/video sharing, dsb. Dengan konsep seperti ini, pemilik web cukup membangun desain dan sistem webnya saja, sedangkan yang ‘menghidupkannya’ adalah para pengunjung itu sendiri.

Pada web 2.0, user experience pun semakin menarik, apalagi ditambah dengan munculnya AJAX dan Flash. Resolusi semakin tinggi, efek 3D semakin terasa, dan animasinya lebih wah.. Ya wajar sih, kan kecepatan internet sudah mendukung. Bayangin saja kalo di jaman awal-awal terbentuknya internet sudah pada bikin efek 3D dan animasi tingkat dewa, ya habislah waktu pengunjung hanya buat loading dan rendering, wkwkwk (sekarang aja masih banyak yang gitu 😛 ).

Web 3.0

Nah ini dia evolusi web yang saat ini sedang berkembang. Pada generasi ini, pengguna internet tidak hanya berinteraksi dengan pengguna lain, tetapi juga dengan website itu sendiri. Kenapa bisa begitu? Soalnya dalam pengembangannya sudah diterapkan inteligensi buatan. Web 3.0 mengusung konsep web semantik sehingga suatu web tidak hanya dipahami manusia, tetapi juga dipahami oleh suatu sistem lain (saya ingat pernah dijelaskan Pak Windy pas kuliah tentang ini). Efeknya, kita akan dipermudah dalam mencari apa yang kita butuhkan melalui web. Misalnya saja kita butuh informasi tentang sesuatu, web akan mencarikan apa yang kita inginkan. Kira-kira gitu deh 😛

Okeh, sekian penjelasan kali ini.. Tulisan di atas merupakan hasil pemahaman saya dari salah satu materi online yang disediakan tempat kerja saya. So, CMIIW yaa.

Semoga bermanfaat, see yaa ^_^

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s