Ada Prameks Anjlok, Para Kereta pun Antri Untuk Lewat

Kemarin sore sekitar jam 15.45, sebuah kereta Prameks (Prambanan Ekspress) anjlok di daerah Kalasan, Sleman. KA jurusan Solo-Kutoarjo nomor 213 ini sempat oleng dengan kecepatan tinggi hingga akhirnya dua gerbong keluar jalur rel. Untung saja tidak ada korban jiwa meskipun 30 orang mengalami luka-luka termasuk masinis dan istrinya. Tentu saja adanya kecelakaan ini menghambat lalu lintas kereta api antara Solo dan Jogja. Sebagai akibatnya, beberapa kereta terpaksa dialihkan melalui jalur utara (lewat Semarang). Kereta-kereta lain dari arah barat yang akan melewati Solo pun terpaksa berhenti untuk menunggu proses evakuasi kereta yang anjlok tadi.  Alhasil tadi malam pun berbagai jenis kereta harus mengantri untuk dapat lewat.

Salah satunya adalah kereta api Lodaya Malam yang kebetulan sedang saya tumpangi. Sekitar jam 3 pagi kereta tersebut berhenti cukup lama di Stasiun Kutoarjo, berjajar dengan kereta-kereta lain menanti giliran untuk bergerak ke Jogja dan Solo. Setelah tanya-tanya ke petugas, katanya sih tidak dapat diprediksi kapan kereta ini akan berangkat kembali. Wah, bisa sampai siang nih nunggunya. Akhirnya beberapa penumpang pun turun dan memutuskan untuk melanjutkan perjalanan dengan bus. Berhubung saya mau ke Solo, repot juga jika naik bus karena harus oper dulu di Jogja. Saya pun memilih untuk menunggu.

Sekitar jam 4, saya pun mendengar woro-woro bahwa kereta Senja Utama yang menuju Jogja akan segera diberangkatkan. Saya pun berinisiatif untuk menumpang di kereta itu. Ternyata beberapa penumpang lain juga berpikiran sama. Namun, tetap saja ada yang memilih untuk tetap menunggu di Lodaya, terutama yang bersama keluarga, membawa banyak barang, atau memang tidak mau repot.

Sesampainya di Stasiun Tugu Jogja sekitar jam 5.15, saya pun sholat dan setelah itu segera melanjutkan perjalanan. Awalnya saya mau ke Solo naik kereta lagi tetapi ternyata tidak menemukan kereta yang menuju Solo.

Saya pun memutuskan untuk naik bus saja ke Solo. Saya pun menuju Terminal Giwangan menggunakan jasa Trans Jogja. Akhirnya berhasil juga naik bus menuju Solo.

Di tengah perjalanan, saya pun menanyakan kabar teman saya yang juga naik Lodaya. Ternyata dia ke Jogja dengan kereta Taksaka, dan di Stasiun Tugu sudah ada kereta Malabar yang melewati Solo. Hiks, andai mau bersabar saya bisa naik itu, dan lebih cepat tiba di Solo. Tapi yasudah lah, ambil hikmahnya saja. Saya jadi bisa naik Trans Jogja lagi, serta bisa cuci mata melihat suasana Jogja pagi ini, hihhi..

Yang terpenting, saya bisa kembali ke rumah dengan selamat, bertemu dengan keluarga tercinta, fufufu :3

Advertisements

2 comments on “Ada Prameks Anjlok, Para Kereta pun Antri Untuk Lewat

  1. Sepertinya KAI tidak pernah belajar dari sekian banyak kecelakaan yang terjadi. Seolah kok jadi langganan, tiap tahun ada saja. Apa tidak sadar kalau kereta sampai celaka itu korban nya banyak sekali. Korban langsung ya yang naik prameks, korban tidak langsung ya seperti anda yang harus korban waktu. Prihatin

    • Yah, terlepas dari itu saya akui sistem di KAI sudah cukup membaik kok Mas, baik dari segi fasilitas, pelayanan maupun kemudahan bertransaksi.
      Jadi lebih baik mari kita dukung saja dan berharap agar insiden seperti ini tidak terjadi lagi 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s