Alhamdulillaah, Wisuda Lewat Sabuga

WISUDA. Sebuah momen yang paling dinanti-nanti para mahasiswa. Karena wisuda adalah puncak perjalanan seseorang dalam menimba ilmu di suatu perguruan tinggi. Dengan diwisuda, berarti seorang mahasiswa telah dinyatakan lulus dan telah memenuhi syarat untuk memperoleh gelar sarjana (dalam hal ini, wisuda S1 lho yaa..)

Tanggal 14 Juli 2012 yang lalu adalah tanggal bersejarah bagi saya, karena pada tanggal tersebut saya dan ribuan teman pejuang Juli di ITB yang lain berhasil diwisuda dari kampus ganesha ini. Tentu saja wisudanya dengan cara dilantik rektor di Sabuga, bukan lulus secara tak terhormat melalui Annex (bahasa daerahnya: DO). Bahkan demi menghadiri acara tersebut, keluarga saya pun rela datang jauh-jauh dari Sragen, hiks jadi terharu..

Seperti wisuda-wisuda sebelumnya di ITB, selepas acara di Sabuga, para wisudawan pun diarak menuju kampus oleh himpunannya masing-masing. Berhubung HMIF mendapat giliran belakangan, kami pun harus menunggu lama agar bisa diarak. Sebagai mahasiswa informatika, kami pun diarak menuju labtek V dan di sana kami pun dihibur dengan berbagai performance dari anak-anak angkatan 2011. Benar-benar heboh dan kreatif mereka ini. Worthy lah penantiannya tadi, hehehe..

Acara dari HMIF ini selesai menjelang maghrib, selanjutnya saya menuju ke lab IRK tercinta untuk mengikuti syukuran wisuda IRK. Seperti biasa, kami pun makan-makan kue yang enak, hehehe. Selanjutnya diputarkan pula video bikinan para asisten 2009 serta pesan kesan dari wisudawan wisudawati. Momen-momen ini juga cukup mengharukan bagi saya. Bagaimana tidak, lab IRK seakan menjadi tempat tinggal saya saat di kampus, dan para asisten tersebut bagaikan saudara saya sendiri. Setelah lulus, berat rasanya berpisah dengan lab ini beserta isi-isinya.

Bener kata orang bahwa untuk masuk ITB itu susah, tetapi lebih susah lagi buat keluarnya. Butuh perjuangan yang berdarah-darah buat dapat lulus dari kampus ini. Namun, kelulusan ini bukanlah akhir. Kelulusan justru awal bagi kami untuk menuju dunia yang sebenarnya. Perlu banyak pertimbangan untuk menentukan kehidupan setelah lulus, karena akan menentukan maa depan kami nanti. Mau apa setelah lulus? Melamar kerja kah? Lanjut kuliah kah? Wirausaha kah? Nikah kah?? 😛

How about me? Hmmm.. Tunggu aja kabar selanjutnya yaa, hehehe…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s