Kameraku Sayang, Kameraku Malang..

Juni 2009, saya membeli sebuah kamera digital yaitu Panasonic Lumix tipe DMC-FX8. Walaupun bukan kamera yang canggih semacam SLR, kamera ini cukup spesial, karena merupakan kamera pertama saya, yang dibeli di Jepang. Jadi kebetulan salah satu kerabat saya adalah seorang pilot dan waktu itu kebetulan mendapat tugas ke Jepang, jadinya saya nitip beli kamera (soalnya katanya di sana lebih murah, hehehe).

Dan kamera tersebut telah memberi banyak kenangan bagi saya, menemaniku dalam suka dan duka *lebhay.. Teapi emang begitu kok, kamera ini telah mengabadikan momen-momen penting dalam hidup saya. Berbagai foto bersejarah telah lahir berkat adanya kamera ini, mulai dari saat jalan-jalan, bermain-main, hingga berkompetisi.

Namun, apa yang terjadi… Pada libur semester kemarin kamera ini tiba-tiba saja bermasalah. Lampu LCDnya tidak bisa menyala. Tapi masih bisa dipake buat memotret sih. Akhirnya saya memutuskan untuk memperbaikinya di Bandung. ‘Kelumpuhan’ kamera ini sebenarnya cukup merepotkan. Saat ada kejadian-kejadian penting, saya jadi gak bisa memotretnya. Sudah banyak teman-teman yang berniat meminjam kamera saya untuk suatu acara, tapi terpaksa tidak bisa karena kamera saya sedang rusak. Bakat saya di bidang jurnalistik juga sedikit terhambat, karena saat saya meliput suatu peristiwa, saya tidak bisa mengambil gambarnya. Akhirnya saya hanya bisa memotret dengan kamera HP yang kurang bagus kualitasnya (cuma 2 megapixel).

Sebenarnya sejak lama saya berniat untuk segera memperbaiki kamera ini. Paling-paling cuma habis 100-300 ribuan, it’s okay lah.. Namun, gara-gara kesibukan saya yang cukup padat (lagi tsunami tubes euy =P), akhirnya saya gak sempat-sempat merealisasikannya (ato emang males?!).

Akhirnya suatu hari saya menyempatkan diri ke BEC demi memperbaiki kamera (berhubung saya tidak tahu di mana tempat memperbaiki kamera, saya coba ke BEC). Namun, ternyata sampai di sana saya diberitahu bahwa tempat reparasi kamera Panasonic adanya di Paskal Hyper Square (di Pasir Kaliki). Akhirnya Sabtu sore (12/03 ‘2011) saya ke Paskal dan menemukan tempat service nya. Namun ternyata sudah tutup jam 2 siang, huhuhuu.. Akhirnya saya pulang lagi deh.

Dan tadi pagi saya ke Paskal lagi dan berharap kamera saya bisa ‘sembuh’ hari ini. Akhirnya kamera saya pun diperiksa. Katanya LCDnya harus ganti. And you know what?!?! LCD harganya 1 jutaan!! Kok mahal banget?!?! Katanya LCD saya keluaran lama, pas harganya masih mahal. Jiah, daripada benerin mending beli baru lah. Sekarang kan kamera 1 jutaan udah dapet yang bagus tuh..

Akhirnya saya terpaksa ucapkan selamat tinggal pada sang kamera.. Maafkan aku ya, gak bisa jagain kamu. Saya ikhlaskan aja deh, sesuai quote:

Ketika kamu merasa kehilangan sesuatu, ikhlaskan lah, dan kau akan mendapat gantinya yang lebih baik..

(Amiiiiin)

Gak tau juga ya, kenapa semua barang-barang elektronik milik saya tidak ada yang awet. Mulai dari hape, kamera, hingga laptop kayaknya gak ada yang waras. Hadohadooh.. >_<

Advertisements

2 comments on “Kameraku Sayang, Kameraku Malang..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s