Kunci: Benda Mini, Tapi Berarti

Hufft, di tingkat 3 ini, aku benar-benar disibukkan oleh berbagai tugas yang melanda. Pekan ini saja, ada aja tugas yang harus diselesaikan tepat waktu, dari Senin sampai Jumat. (dan saya masih sempet-sempetnya nge-blog, hohoho). Dan gara-gara badai tubes itulah, psikologi saya mulai terpengaruh. Saking banyaknya tugas, sehingga seringkali saya harus ber-SKS ria (Sistem Kebut Satu jam?, Sistem Kerja Sangkuriang?). Dan kebiasaan SKS tersebut menuntut aku buat sering-sering begadang.

Loh, bentar bentar.. Kok kayaknya gak nyambung sama judulnya ya?

Eits, bentar dulu.. itu baru intro! Efek begadang tersebut akhirnya membuat otak saya terlalu lelah sehingga konsentrasi saya pun jadi melemah, kurang fokus. Dan gara-gara itu sebuah tragedi yang sebenarnya sangat gak penting pun terjadi pada saya. Kisah ini berhubungan dengan kunci.

Hari ini saya ada deadline tugas OS jam 5 sore. Seperti yang saya ceritakan di postingan sebelumnya, proses kompilasi dalam tugas ini bisa berjam-jam. Saya pun rela begadang semalaman demi tugas ini. (tugasnya lumayan gampang sih, tapi nunggunya itu lho, lamaaa). Berhubung file-nya cukup besar, saya pun menyimpannya di hard disk eksternal.

Pagi ini saya ke kampus seperti biasa, ada kuliah jam 7 hingga jam 12 (walaupun tidak sempat mengikuti kuliah di jam pertama, ckckck). Jam 12 saya berencana menyelesaikan nih tugas hingga sore, dan semua akan berjalan dengan lancar. OK deh.

Namun siapa sangka, di sela-sela kuliah saya baru menyadari…

KECEROBOHAN 1: Harddisk Eksternal Ketinggalan di Kost!!

Haduh, sial, lupa dimasukkin ke tas ternyata tuh. OK, saya pun memikirkan plan B: Jam 12 pulang, ngambil hard disk, lalu ngerjain tugas sampai sore, dan kumpulin. Namun, sepertinya Tuhan punya rencana lain.. Saat detik-detik menuju jam 12, aku lihat ke jendela, dan ternyata di luar sedang turun hujan super deras. Anginnya aja gede banget sampai pohon-pohon pada aja bergoyang.

Hufft, OK deh, setelah jam 12 hujan masih belum berhenti juga. Saya pun memutuskan mengambil lagi file-nya dari OS linux saya. Segera lah saya menuju ‘kantor’ IRK untuk eksekusi. Dari pengalaman sebelumnya, proses pemindahan file dari linux ke flash disk itu tidak kalah lama dengan proses kompilasi. Benar saja, saat melakukan pengkopian dan menunggu beberapa lama, yang saya lihat adalah…

gila ajaa.. masa’ cuma ngopi file 390 MB aja butuh satu jam sih!!!

[IF Mode: start] Maklum sih, saya pasang OS linux ubuntu nya lewat VMWare, yang jadi lebih berat dibanding dual boot karena harus sharing RAM sama OS hostnya. Apalagi laptop saya yang RAMnya cuma 1 GB, sehingga yang bisa di’pinjamkan’ ke OS guest sebaiknya tidak lebih dari 500 MB. Alhasil, proses di OS linux saya jadi lemot parah dibanding punya temen-temen. [IF Mode: end]

Untung saja setelah beberapa saat, saya lihat hujan sudah reda. Saya pun memutuskan untuk pulang mengambil si HDEySTSSTdK (Hard-Disk-Eksternalku-yang-Secara-Tidak-Sengaja-Saya-Tinggal-di-Kosan). Yeah, dengan semangat saya pun pulang. Saya titipkan tas dan laptop saya kepada teman saya di kantor (=ruang asisten). Emang kost saya gak gitu jauh sih, di Cisitu, paling sekitar 1 km. Dan setelah sampai di depan kosan, saya mulai mendapat firasat buruk. Aku raba-raba saku celana. Dan aku menyadari….

KECEROBOHAN 2: Kunci Kost Ketinggalan!!

Weleh, jadinya saya gak bisa masuk donk.. Saya memang biasa menyimpan kunci tersebut di tas ketika di kampus, dan saya lupa mengambilnya. (doh)

Akhirnya saya pun kembali ke kampus, ngambil kunci, balik lagi ke kosan, dan mengamankan si HDEySTSSTdK.. Hadoooh, capek deeeh… Padahal sore itu deadline, saya malah ‘olahraga’.. Emang kayak ginilah efek hectic yang ditambah kurang konsentrasi… Bawaannya ceroboh terus..

*jiah, gitu doank?!?!

Kan udah dibilang, tragedinya sangat tidak penting.

Dari kejadian ini, saya jadi salut dengan kehebatan si kunci. Benda kecil, tapi sangat efektif untuk membuka benda lain yang jauh lebih besar. Emas di dalam brankas besi pun jadi tidak berguna jika brankasnya tidak bisa dibuka. Dan benda sederhana bernama ‘kunci’ lah yang mampu membukanya. (Atau kalo mau buka paksa pake hammer baja juga silakan sih, tapi tetep aja sangat tidak fair dibandingkan dengan si kunci)

OK lah, demikian penderitaan saya hari ini. Gapapalah, nasib saya memang tidak sebagus tanggal hari ini (20.10.2010 *gakpenting). Pesan penting yang perlu diingat:

Simpan kunci kosan Anda baik-baik, dan jangan lupa membawanya saat akan pulang. =P

Yeah, that’s all. Mungkin agak berbeda dari kejadian sebenarnya, tapi ya pokoknya gitu deh..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s