Birinci. Welcome to “New York – karto”

.

Ngayogyakarto..

Kuthone aman, Berhati Nyaman

Kota Seniman, Kota Pelajar, lan Kabudayan

Itulah penggalan lirik salah satu lagu dari Geng Kobra (Ciee KOBRA!!) yang berjudul ’Ngayogyokarto’. Mungkin hanya kalangan tertentu saja yang tahu lagu ini, karena emang pake bahasa Jawa.

Btw, ada apa gerangan kok tiba-tiba saya menyinggung tentang Jogjakarta?

Yapz, tanggal 1-3 Agustus 2010 saya jalan-jalan di Jogjakarta.

Setelah beberapa bulan pertama di masa liburan saya habiskan dengan pelatihan dan Sparta (kaderisasi himpunan) yang cukup bikin puyeng. Finally, di pekan terakhir ini, saya bisa menikmatinya dengan acara jalan-jalan juga . Lumayan lah, mengkonsumsi angin seger buat otak.

Saya ke Jogja dalam rangka reunian dengan teman-teman SMA, khususnya lagi teman-teman sekelas saat aku masih duduk di bangku SMA. Setelah lulus, kami tersebar ke berbagai penjuru dunia. Baik yang kuliah di tanah air seperti ITB, UI, UGM, Undip, dan ITB (kok ITB lagi?!?! =P). Maupun yang sudah go internasional menuju negara di timur tengah yang sering disebut Turki, ada yang di Ankara, Istanbul, hingga Izmir. Jadi bisa dibilang reuni ini berscope internasional, gyahaha.. (minimal bilateral lah)

Senang sekali rasanya bertemu kawan-kawan yang sudah lama tidak bertemu. Apalagi saat bertemu para ‘bule’ yang baru saja kembali ke kampung halamannya. Acara ini memang sudah kami tunggu-tunggu, dan sudah direncanakan sejak beberapa bulan silam. Alhamdulillah terwujud juga.

Perjalanan diawali dengan keberangkatan saya pada Sabtu malam, 31 Juli 2010. Saya naik KA Lodaya bersama Sunni. Sebenarnya saat itu sedang ada prosesi penutupan Sparta tahap I. Yah, sangat disayangkan memang, melewatkan saat-saat yang begitu spesial di Sparta. Tapi ya sutralah, yang penting kami bisa bersenang-senang, huehehe…

Di hari pertama, kami ada 11 orang (awak, Sunni, Arief, Hepi, Khoirul, Ipank, Uli, Dhanik, Desi, Qoni, Utami). Berikut agenda kami di hari pertama (Minggu, 1 Agustus 2010):

  • Tour de’UGM

Berhubung kami menginap di kawasan UGM, serta hari itu adalah Minggu, jadi tujuan pertama kami adalah ‘muter-muter gak jelas di UGM’.

Minggu? Ada apa emangnya dengan hari Minggu di UGM? Di sana ada yang disebut Sunday morning alias sunmor (Weleh, kalo minggu pagi mah dimane-mane juga ada Bang. Ya apa mau dikata, begitulah orang-orang menamainya).

Sunmor ini adalah semacam pasar dadakan yang hanya muncul setiap Minggu pagi yang berlokasi di kawasan Grha Shaba Pramana UGM (Sebuah lapangan olahraga yang guedhe, biasa dipakai orang buat lari-lari, semacam Saraga-nya ITB lah). Jadi kalo Minggu pagi, abis capek olahraga di GSP, bisa jajan di sunmor deh. Lumayan lho, banyak kuliner n pernak-pernik yang harganya tidak terlalu bikin kantong bolong. Emang sih ya, harga barang-barang di Jogja relatif lebih murah. (Gak kayak di B**d**g)

Di sunmor, kami cuma sekedar mampir untuk sarapan dan cuci mata. Setelah itu kami melanjutkan perjalanan ke Masjid Kampus UGM. Cukup megah dan banyak tamannya.

Emang sih, di UGM (serta kebanyakan perguruan tinggi lainnya), areanya cukup luas. Jadi ada banyak tempat buat taman. Terus, jarak dari suatu fakultas ke fakultas lain saling terpisah sehingga bagi orang yang baru pertama ke sana mungkin bingung, bahkan bisa saja nyasar, huehehe. Berbeda dengan ITB yang semua fakultas terletak di satu kompleks yang menyatu.

  • Shrimp-River

Siangnya, kami mengunjungi rumah salah satu teman kami (sebut saja Iqbal a.k.a Ipank / Deve). Setelah itu kami diantar orangtua beliau buat jalan-jalan di Kaliurang serta mencicipi ikan bakar di Muara Kapuas. (makasih pank)

Di Kaliurang, karena sudah sore kami tidak bisa jalan-jalan mendaki gunung. Untunglah ada kereta kelinci yang bersedia membawa kami berkeliling. Setelah itu akhirnya kami pulang ke penginapan masing-masing untuk melepas lelah dan mempersiapkan diri untuk hari esoknya. Terutama saya yang benar-benar ngantuk parah karena malam sebelumnya sama sekali tidak bisa tidur di kereta. Preeeet..

(to be continued)

Seharusnya tulisan ini saya bikin dari dulu-dulu. Tapi biarin dah, baru ketulis sekarang. Maklum, kemaren2 masih di kampung. Udah kondisi tubuh bergejolak.. Leppi aink terlantar di Bandung pulak.. (alasan klasik!!)

Ya berhubung sudah di Bandung, alhamdulillaah kesampeyan juga nulis ini. Kali aja ada yang butuh referensi buat jalan-jalan ke Jogja dan sekitarnya, gyahaha..

Baca juga lanjutannya yak.. suwun

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s