Berbeda Agar Mendewa

Perbedaan adalah kekuatan.
Perbedaan adalah keunggulan.
Difference is power.
Difference is excellence.
Al-mukhalafah quwwah.
Al-mukhalafah maziyyah.
Kalimat-kalimat di atas saya kutip dari salah satu buku favorit saya yang berjudul “Difference for Excellence”. Terinspirasi dari situ, saya tuangkan apa yang ada di benak saya ke dalam tulisan ini. Semoga mampu memotivasi orang-orang yang merasa berbeda dari orang lain pada umumnya.
Perhatikan bahwa kutipan di atas menekankan betapa pentingnya menjadi seseorang yang berbeda untuk mencapai kesuksesan. “Difference for Excellence”, ya inilah motto kebanggaanku, yang jika diterjemahkan (dalam versi saya) menjadi “BERBEDA AGAR MENDEWA”. =P (mendewa adalah majas hiperbola untuk menyatakan sesuatu yang hebat dan patut dibanggakan)
Berbeda?? Apa maksudnya? Semua orang pasti berbeda satu sama lain lah.
Hmm.. Memang, perbedaan adalah fitrah. Perbedaan fisik. Perbedaan sifat. Perbedaan selera. Perbedaan pendidikan, tingkat ekonomi, dsb. Bahkan 2 orang yang kembar identik pun pasti tetap memiliki perbedaan.
Justru itulah, berhubung tiap orang memiliki keunikan masing-masing, sebenarnya hal tersebut dapat dijadikan kekuatan yang tidak dimiliki orang lain.
Ingat pesan dari Viru Shastrabhuddi, bahwa hidup adalah kompetisi. Jika tidak mampu bersaing, kamu tidak akan survive. Dalam persaingan, akan ada pihak yang menang. Dan seorang pemenang pastilah bukan orang yang biasa-biasa saja. Pasti ada sesuatu dalam dirinya yang membuat dia berbeda dari orang lain.
Sebagai ilustrasi, perhatikan gambar-gambar di bawah ini:
apa yang beda?

Perhatikan gambar di atas. Tiap orang yang melihat gambar tersebut, pasti akan langsung memperhatikan adanya lingkaran kuning di dalam bidang berwarna biru.

ada yang beda?

Angka 1 hingga 6 di atas terlihat mirip jenisnya, kecuali 4. Namun justru, angka 4 tersebut jadi terlihat menarik.

ada yang beda?
Perhatikan 6 kotak berwarna di atas. Adakah yang berbeda di atas? Ya,.. kotak kedua berwarna-warni, sedangkan lainnya hanya warna polos. Sehingga kotak kedua terlihat tidak monoton sendiri.
ada yang beda?

Kebalikan dari yang tadi, di gambar di atas terdapat beberapa kotak warna-warni. Namun ada salah satu kotak yang justru berwarna polos, dan tentu menarik perhatian.

Dari ilustrasi di atas, sangat jelas kan, seseorang yang berbeda dari orang lain pada umumnya, akan mendapat perhatian khusus. Karena memang, dari sekian banyak orang, hanya sebagian kecil yang benar-benar unik daripada yang lain. Dan sudah menjadi hukum alam, bahwa yang biasa-biasa itu ada banyak, dan hanya sedikit di antaranya yang berbeda dari yang lain.
Oleh karena itu, orang yang berbeda dari orang lain akan memiliki kesempatan lebih untuk mampu ‘mengubah dunia’. Tidak perlu takut dianggap ‘aneh’ jika berbeda dari keumuman. Ibarat elang yang nyasar dalam hidup sekumpulan ayam. Jika elang tersebut malah menganggap dirinya juga ayam, maka dia hanya akan menjadi biasa saja, sama seperti ayam-ayam lainnya. Andaikan dia menyadari bahwa dirinya bisa menjadi sesuatu yang berbeda, memiliki potensi yang begitu besar. Dia adalah elang, yang mampu terbang dan disegani unggas lain karena kekuatan dan ketajaman matanya. Namun, potensi tersebut sia-sia saja jika dia tidak memiliki nyali untuk menjadi berbeda, untuk menjadi siapa dia sebenarnya.
Belajarlah dari seorang Galileo Galilei, yang mendukung teori Copernicus bahwa matahari adalah pusat tata surya, di saat penduduk sekitarnya berfaham geosentris.
Perhatikan kisah hidup Thomas Alva Edison, yang di masa kecilnya dianggap idiot, justru membawa penerangan bagi Bumi ini.
Begitu juga dengan tokoh fiktif melegenda (di sebuah film yang bikin heboh), Ranchoddas Chanchad. Di saat teman-temannya hanya seperti mesin yang menurut saja, dia tampil beda sebagai seorang yang ingin memperbaiki sistem.
Bahkan sesuatu yang bagi orang lain dianggap kelemahan pun bisa dijadikan kekuatan, asal mau berusaha dan berpikir kreatif. Misalnya, Ucok Baba yang mampu memanfaatkan sesuatu-yang-beda-dari-dirinya menjadi sesuatu-yang-membuatnya-terkenal, bahkan menjadi ‘sumber energi’ baginya untuk bekerja sebagai entertainer.
Dan ingatkah kamu, beberapa tahun silam terdapat sebuah kuis spektakuler, ‘Who Wants to Be A Millionnaire Indonesia’, yang berhadiah maksimal 1 milyar rupiah. Kuis tersebut sempat heboh karena ada kontestan yang berhasil meraih 500 juta rupiah (tinggal 1 soal lagi untuk mencapai 1 milyar). Siapakah orang hebat yang berhasil tersebut?? Seorang profesor? Dosen kah? Atau mahasiswa?
BUKAN!!
Beliau adalah seorang tukang koran!!! Bayangkan, seorang yang masih muda yang sehari-hari  kerjaannya hanya mengantar koran, justru berhasil meraih prestasi sehebat itu. Dia berbeda!! Sebagai tukang koran, dia tidak sekedar mengantar koran. Di sela-sela  istirahat dia menyempatkan diri membaca, menambah wawasan. Sehingga kemampuannya bisa melebihi orang lainnya.
Jadi, bagi kamu kamu kamu yang merasa memiliki kelebihan ataupun kekurangan yang menjadikanmu berbeda dengan kebanyakan orang pada umumnya, don’t worry be happy. Pasti ada hikmah di balik itu semua.
Pilih jalanmu, ubah perbedaan menjadi kekuatan. Dan ketika kamu sukses dengan keunikanmu itu, saat itulah kamu menorehkan sejarah. Kamu sukses dengan caramu sendiri, dan akan sulit bagi orang lain untuk mengikuti jalanmu. Karena kamu berbeda. Mereka tidak memiliki perbedaan seperti yang kau miliki. Berbeda, dan kau bisa mendewa..
So, temukan keunikanmu. Pikirkan, apa yang bisa kamu lakukan untuk memanfaatkan perbedaanmu itu untuk menjadikan dirimu lebih baik..
OK, I think that’s all my opinion.. CMIIW
Sori kalo lebhay, cuma opini kok.. =P
semoga bermanfaat..

Rajin Pangkal Pandai
Hemat Pangkal Kaya
Beda Pangkal Dewa
Advertisements

2 comments on “Berbeda Agar Mendewa

  1. wah, keren postingannya, ditambah lagi dengan kemampuan personal mas hendra yang emang dewa diantara dewa, membuat ngerick, semoga sayapun bisa menemukan cara agar mendewa dibidang saya. kapaaaaan ya :D. haha.
    nice post gan!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s