Ketika Matematika Berbicara (Pelatnas ’10 Chp 2.5)

Hah, apa-apaan ini kok chapter 2,5?! Gapapa, biar unik aja, hehehe…
2/3 perjalanan tlah berlalu..
hufft.. tinggal sepekan lagi.. Harusnya aku sedih tau senang nih??

Suasana ketika pelatnas.. Bersama salah satu dosen favorit pas TPB, hehehe...

Asik juga mencicipi ilmu di luar prodi, setidaknya 5 mata kuliah prodi matematika saya pelajari (wah, total berapa sks itu ya?). Bahkan pengajarnya pun dosen-dosen profesional dari berbagai PT paling top di Indonesia. Dan terinspirasi dari beberapa kata ‘sakti’ dosen pengajar tersebut, saya jadi menulis postingan ini.

Mungkin banyak orang bertanya-tanya, “ngapain sih belajar matematik?”, “kok bisa sih orang suka matematika?”, “cuma ngutak-atik teorema apa serunya??”, “math kan susah dimengerti..”, “ah, yang penting bisa tambah kurang kali bagi kan cukup..”, dll
Bahkan salah satu dosen pengajar, menceritakan suatu anekdot sebagai berikut:
Pada suatu hari seorang pengembara menyusuri hutan menggunakan mobil. Ternyata dia tersesat, tidak tahu sedang berada di mana. Setelah berputar-putar akhirnya dia menemukan sebuah rumah.
Pemilik rumah pun  keluar. Tanpa keluar mobil, si pengembara bertanya pada pemilik rumah, “Saya sedang di mana ya?”
Pemilik rumah itu pun terdiam dan berfikir..
Beberapa menit berlalu dan dia masih berfikir..
Beberapa menit selanjutnya, dia menjawab:
“Anda sedang di dalam mobil!!” (gubrakk)
Si pengembara pun berkata, “ANDA PASTI SEORANG MATEMATIKAWAN”
Kenapa?
“Karena ketika diberi pertanyaan, Anda mikirnya lama, jawabannya benar, tapi jawabannya tidak berguna..
(SU)
Setelah mendengar guyonan tersebut, sebagian orang pasti berpikir, “benar juga ya..”.
Eitz, tunggu dulu, bagi yang telah memahami betul esensi matematika, pasti merasa hal tersebut sama sekali tidak tepat. Matematika adalah dasar dari semua ilmu sains, nenek moyang gitu lah (nenek? perempuan kah? Tika gitu loh, hehehe). Obvious tho.. berbagai cabang ilmu hitung ini sudah menjadi pondasi dari bejibun ilmu-ilmu yang lain. Kalkulus bagaikan sumber energi bagi ilmu fisika, kimia, hingga ekonomi. Geometri bagaikan undang-undangnya ilmu arsitektur, desain, dsb. Dalam informatika pun, kombinatorik dan teori bilangan adalah bagian penting dalam penyusunan algoritma yang efektif dan efisien. Cabang lain.. Statistik? Jelas sangat powerful.. Aljabar? apalagi.. Pokoknya penting deh.. Sehingga andaikan matematika hilang dari muka bumi ini, bagaikan ilmu yang kehilangan aksioma, segala macem teorema gak ada gunanya lagi, nothing!! (lebhay deh, ahahay)
Ehm, kembali ke topik.. Buat apa belajar matematika? Sampai-sampai dari kecil, jaman SD, hingga universitas pun tetap diajarkan..
Yang jelas, belajar matematika tuh banyak manfaatnya. Bukan sekedar agar bisa mengerjakan soal-soal. Ataupun sebagai penunjang ilmu yang meng-include (bahasa IFnya) matematika. Lebih dari itu, belajar matematika ternyata ampuh dalam membangun pola pikir yang baik.
  • Melatih berpikir rasional, (rasional? p/q ?)

Bukan bilangan rasional lhooo.. Maksudnya dengan belajar matematika, seseorang dapat berpikir secara logis dan deduktif. Semua hal ada penjelasannya berdasarkan fakta-fakta yang ada. Seperti dalam film Sherlock Holmes (2009), hal-hal yang terlihat seperti sihir ternyata hanyalah manipulasi menggunakan sains..

  • Membiasakan untuk teliti dan cermat dalam melakukan sesuatu

Sudah jelas kan, dalam mengerjakan permasalahan matematis, dituntut ketelitian. Bahkan terkadang kesalahan kecil dapat membawa dampak besar. Namun, gak segitu juga sih.

  • Mengembangkan kreativitas

Suatu soal matematika, dapat dikerjakan dalam berbagai metode. Bahkan suatu soal yang jawabannya berlembar-lembar, bukan tidak mungkin bahwa ternyata bisa dikerjakan dengan cara lain yang jawabannya cuma 2 baris (setidaknya itu pernah terjadi di sini, ckckck). Jadi, dengan mempelajari berbagai metode pemecahan masalah, seseorang cenderung akan lebih kreatif.

  • Melatih berpikir secara sistematis

Segala pekerjaan akan lebih mudah jika digarap secara sistematis, terurut, step by step sesuai kaidah yang berlaku. Dan seorang matematikawan terbiasa untuk menyajikan solusinya secara sistematis.

  • Melatih kesabaran

Kayaknya ini khusus buat seseorang yang benar-benar niat. Tanpa putus asa mengerjakan suatu soal, hingga ketemu solusinya. Berlembar-lembar kertas buram sudah penuh coretan. Dikerjakan dengan hati-hati. Jika tiba-tiba gak sesuai, ditelusuri kesalahannya. dst.. Kayaknya tuh orang kesabarannya sudah tidak diragukan lagi, hahaha.. (dan orang tersebut bukan aku tentunya =P) Namun, konsekuensinya.. Ketika solusinya berhasil ditemukan dengan cara yang ‘indah’, pasti orang tersebut akan mendapatkan kepuasan tersendiri.. Yah, itulah sensasinya..

  • Matematika banyak diterapkan di dunia nyata

Dalam hidup ini kita tidak bisa lepas dari matematika. Hitung-hitungan sudah menjadi kebutuhan. Penggunaan berbagai bilangan sudah mendarah daging dalam kehidupan sehari-hari. Berbagai teorema sangat penunjang perkembangan ilmu lain. Bahkan trik sulap pun tak jarang yang memanfaatkan matematika.

  • de el el
OK.. Sudah tertarik untuk lebih semangat belajar matematik? Kalo masih ada yang bilang math itu susah.. Hmmm.. mendingan baca dulu nih, filosofi dari dosen pengajar lainnya:
Semua soal matematika itu mudah..
Asal dipandang dari sudut pandang yang tepat..(AM)
Menurut saya, inilah sebenarnya inti dari belajar matematika. Belajar melihat sudut pandang permasalahan. Dengan sering-sering melakukan problem solving, kreativitas akan terbangun dengan baik, serta mempermudah untuk berpikir out of the box.
Soal yang sulit bukan soal yang membutuhkan banyak ‘senjata’ untuk menyelesaikannya. Namun, hanyalah soal tricky, yang jika dikerjakan siswa SMA maupun dosen perguruan tinggi pun, seharusnya solusinya tak jauh beda. (DS)
Dan satu lagi, hal yang perlu di perhatikan di dunia matematika:
Yang Penting Ide (SU)
Ya, ketika menemukan masalah, pikirkan ide untuk menemukan solusi masalah tersebut. Tapi jangan berhenti setelah ketemu ide. Laksanakan!!
I think that’s all for this chapter..
CMIIW.. Sori kalo sotoy..
It’s just some of my opinion.. How ’bout you?
Advertisements

5 comments on “Ketika Matematika Berbicara (Pelatnas ’10 Chp 2.5)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s