Pe eS Be: ini tentang seni dan budaya

Kemarin (Sabtu, 8/5/2010), aku baru ke kampus jam 13.00 dengan maksud kumpul kelompok untuk mengerjakan salah satu tugas besar.  Kesan pertama di dalam kampus: “Wuih, tumben ITB rame banget gini”. Ternyata oh ternyata, sedang ada Pagelaran Seni Budaya (PSB). Katanya sih acara ini agenda 4-tahunan. Acara ini kerja sama antara KM ITB dengan pemkot Bandung, dan untuk tahun ini bertepatan dengan rangkaian acara ulang tahun kota Bandung ke-200.
Di kampus, pengunjung yang masuk dari gerbang depan ITB disambut dengan ucapan selamat datang dalam berbagai bahasa daerah. Selanjutnya dihadapkan dengan patung garuda raksasa yang keren parah (berapa lama bikinnya ya?). Berikut dokumentasinya:

Ucapan selamat datang dalam berbagai bahasa daerah

patung garuda raksasa yang siap menyambut

Di sela-sela mengerjakan tugas, saya dan teman-teman keliling ITB untuk melihat-lihat apa aja yang ada di PSB. Dan tentu saja, yang menjadi target utama adalah STAND KULINER. Terdapat berbagai macam makanan dan jajanan khas dari daerah yang dijual di sana. Mulai dari mendoan, pempek, kerak telor, sate padang, jipang,permen kayu, de el el. Bahkan ada pula jajanan jaman SD dulu, serta aneka permen tradisional:

aneka jajanan tradisional.. slruup.. nyam nyamm..

Yang lebih unik lagi, ada yang jualan sate KUDA LUMPING!!:

Stand yang jual sate kuda...

Wah, abis makan nih sate jangan2 bisa langsung lari cepet, cocok dikonsumsi sebelum ujian olahraga, hehehe…
Namun yang disayangkan, meskipun banyak makanan rakyat di sana, tetapi harganya kurang merakyat.. Berat di kantong euy.. Tapi tak apalah, saya sih maklum saja. Yang penting bisa mengenal beberapa makanan tradisional..
Di sore hari sempat turun hujan, tetapi hal tersebut tidak menyurutkan semangat para pengunjung untuk mencuci mata di PSB..

Meskipun hujan, para pengunjung tetap setia 'muter-muter'

Ada kejadian unik yang saya alami saat mau sholat Maghrib. Berhubung banyak banget pengunjung PSB, sampai-sampai mushola penuh. Karena takut waktu sholat tak terkejar, akhirnya saya dan anak buah teman-teman (sebut saja Yudhis, Ipin, Sancret, dan Ifan) berinisiatif sholat di luar dengan beralaskan koran. Lokasinya yaitu di lantai 2 labtek V. Ini fotonya:

Pasca sholat beralaskan koran

Setelah selesai sholat Maghrib dan Isya’ di sana, Ifan dan Sancret pulang dan sisanya (siapa hayoo??) melanjutkan jalan-jalan. Pas malam hari, meskipun beberapa stand sudah tutup, tetap banyak pengunjung yang berkeliaran. Dan yang lebih seru, banyak stand yang menurunkan harga jualannya. Misalnya jamur crispy yang awalnya berharga 6ribu rupiah, turun menjadi 5ribu. Bahkan snow ice dan jelly drink memberikan diskon 50%. Katanya biar jualannya cepat habis dan penjualnya cepat pulang, fufufu.. (jangan2 satu jam kemudian jadi gratis, hehehe)
Selanjutnya perjalanan saya berlanjut di panggung utama PSB untuk melihat pertunjukan kolaborasi unit-unit di ITB. Cukup meriah dan penuh kejutan. Inilah foto persiapan para ‘artis’ yang akan mengguncang panggung dengan pertunjukan mereka:

Persiapan unit sebelum tampil di panggung.. ada yang kenal?!?!

Sekitar jam 10 malam, saya dan Yudhis memutuskan untuk pulang. Dan di jalan, hal aneh terjadi. Kami melihat angkot Cisitu-Tegalega lewat. Padahal seharusnya angkot tersebut hanya beroperasi hingga jam 21.00. Dan di sini ada mitos terkenal yang menyatakan bahwa jika ada angkot Cisitu yang lewat setelah jam 9 malam, maka kemungkinan itu adalah angkot pocong (apaan tuh, silakan cari tau sendiri)..
Jadiii… Jangan-jangan… Hiiii… =P
Kembali ke topik..
Menurut saya, PSB ini acara yang bagus, karena turut berperan melestarikan budaya daerah di Indonesia. Tau sendiri kan, bangsa kita terkadang tenggelam dalam kehidupan modern nya dan kurang peduli pada kebudayaan tradisional.
Anak-anak terlena dengan adanya mainan modern mulai dari remote control, hingga game-game yang banyak tersedia di komputer. Sudah jarang anak yang masih kenal permainan jadul seperti gobak sodor, benteng2an, jamuran, congklak, dsb. Padahal permainan tersebut juga meningkatkan kreativitas, serta melatih kerjasama dan strategi. Jika sejak kecil sudah tidak mengenal budaya sendiri, bisa diprediksi di masa yang akan datang. Bukan hal yang tidak mungkin budaya dalam negeri akan banyak dilupakan.
Jadi, sebagai rakyat yang berbakti, mari lestarikan budaya Indonesia semampu kita. Jangan cuma budaya ngaret yang dilestarikan =P. Paling tidak, jangan lupakan budaya di daerah kita masing2 lah.. Biar bisa diteruskan ke generasi penerus.. OK OK??
Sekian deh yaa, udah kepanjangan..
CMIIW..
Advertisements

3 comments on “Pe eS Be: ini tentang seni dan budaya

  1. iya ndra.. keren banget, aq nonton dari siang ampe closing! wuuiih!

    eh ndra aq mau ngoleksi fotonya, mau tak publish di blog ku juga, izin yo!

    • emang.. jarang2 tuh ada acara beginian.. sayang untuk dilewatkan..
      OK.. silakan aja.. bebas untuk umum kok, hehehe…
      makasih udah menyempatkan waktunya untuk baca..

  2. Pingback: Pagelaran Seni Budaya ITB, Mantabs! | Ketika Kata Memberi Cahaya pada Dunia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s