Dies Natalis STEI ITB 2012

Tadi malam (14 Januari 2012) saya menghadiri acara Malam Apresiasi, Prestasi, dan Keakraban DIES NATALIS STEI-ITB 2012 di Aula Barat ITB. Memang, STEI ITB sedang berulang tahun yang ke-6 (sekalian juga merayakan ulang tahun Teknik Elektro ke-65 serta Informatika ke-30). Acara ini dihadiri oleh keluarga besar STEI-ITB, mulai dari karyawan, mahasiswa, alumni, serta dosen-dosen STEI.

DIES NATALIS STEI  dengan tema “Satu Tujuan Berjuta Harapan” ini sebenarnya terbagai menjadi dua acara, yakni STEI CERIA di pagi hari serta Malam Apresiasi, Prestasi, dan Keakraban di malam harinya. Pada STEI CERIA, para karyawan, alumni, dan dosen membawa serta keluarganya untuk berolahraga bersama di ITB.

Pada acara tadi malam, banyak rangkaian kegiatan yang ada. Diawali dengan makan-makan gala dinner di mana kami dipersilakan untuk menikmati berbagai hidangan yang tersedia sambil menyaksikan berbagai hiburan di panggung. Di antaranya yaitu penampilan dari Bandos (Band Dosen) yang sudah melegenda di ITB (jarang-jarang lho bisa liat para dosen nge-band :-P ). Selain itu juga permainan piano yang cukup mempesona dari Pak Oerip Setiono (salah satu dosen STEI).

Penampilan dari Band Dosen

Acara selanjutnya adalah sambutan-sambutan, doa, lalu penayangan video yang berisi kesan dan pesan dari para ‘leluhur’ STEI, serta dosen, alumni, dan mahasiswa. Dan sesuai judul acaranya, di sini juga terdapat penyerahan penghargaan, di antaranya kepada para mitra STEI, para alumni, dosen purna bhakti, mahasiswa berprestasi, serta para juara kompetisi internasional.

Di ruangan juga terdapat galeri yang berisi foto-foto jadul yang tentu saja memberikan kenangan tersendiri bagi para alumni. Selain itu, dipamerkan pula karya-karya mahasiswa STEI yang telah menjuarai kompetisi internasional.

Overall, acara ini cukup meriah dan dapat menjadi sarana bagi para alumni untuk bertemu kawan-kawan lama, bernostalgia, bersilaturahim, serta mempererat hubungan dengan almamaternya.

Terakhir, harapan saya untuk STEI….

Sejak STEI berdiri hingga sekarang, Bumi sudah berputar 6 kali mengelilingi matahari. Dalam perjalanannya itu, STEI telah menjadi fakultas yang bersinar. Harapan saya, semoga dalam putaran-putaran Bumi selanjutnya, STEI tetap setia memancarkan sinarnya, semakin terang, dan mampu bersinergi dengan elemen lain untuk membawa masa depan yang cerah.

Semoga STEI terus mampu mencetak alumni-alumni yang sukses, dosen-dosen yang berkualitas, karya-karya yang gemilang, serta menjadi salah satu penggerak bangsa ini menuju Indonesia yang lebih baik.

Amiiin. Happy Birthday Sekolah Teknik Elektro dan Informatika ITB ^_^

Hendra Hadhil Choiri, Mahasiswa STEI’08

Selamat Datang Kebebasan..

Hufft..

Pada bulan Desember ini, saya dihadapkan pada berbagai halangan dan rintangan untuk dapat mengakhiri semester ini dengan lancar dan damai. Berikut di antaranya:

  • Sakit tifus

Saya sudah pernah menceritakan tentang ini, silakan dibaca di sini.

  • Ujian Susulan

Masih berhubungan dengan yang sebelumnya. Berhubung saat UAS saya sedang sakit, jadi saya harus mengikuti ujian susulan. Ternyata tidak cukup mudah untuk menghubungi dosen-dosen yang bersangkutan. Namun, akhirnya satu per satu dosen berhasil saya temui dan memberi kesempatan pada saya untuk menyusul UASnya. Walaupun ternyata ada salah satu mata kuliah yang tidak melayani ujian susulan bagi saya, hiks. Entah mengapa tiap semester selalu ada saja ujian yang tidak saya ikuti, dan saya tidak diberi kesempatan untuk menggantinya (semoga bukan kutukan :-P ).

Dan satu satu hal lagi yang saya rasakan, ujian sendirian ternyata tidak enak!! Mungkin karena emang merasa gak ada teman seperjuangan yang sama-sama pusing di kelas menghadapi soal-soal ujian, hahaha..

  • “Dikejar” Tugas Akhir

Wah, ini dia dilema mahasiswa tingkat akhir. Biasanya, setelah masa UAS selesai mahasiswa bersenang-senang karena liburan telah tiba. Namun, bagi mahasiswa tingkat akhir, masih ada tanggungan yang harus diselesaikan: Te’A. Saya sudah berencana buat menyelesaikan laporan tugas akhir ini sesegera mungkin, tetapi ternyata tidak berjalan sesuai rencana. T.T

Oke, memang masalah selalu ada dalam hidup ini. Namun, ingat bahwa ada pepatah..

Setelah malam yang gelap, akan muncul pagi yang cerah.

Dan ternyata benar, pagiku yang cerah telah muncul.. ^.^

Continue reading

Kuliah GSD: Langka, Unik, Menarik

Howdy!!

Semester ini, saya mengambil salah satu mata kuliah yang langka, unik dan menarik yaitu Global Software Development and International Teaming (biar gampang, kami menyebutnya GSD). Saya sebut langka karena memang kebetulan kuliah ini hanya ada di semester ini (semester ganjil tahun 2011). Saya sebut unik karena di kuliah ini, kami bekerja sama dengan para mahasiswa di negara lain. Menarik, karena melalui kuliah ini kita mendapat pengalaman mengerjakan project bersama orang-orang di belahan Bumi yang lain, yang tentu memiliki budaya, bahasa, dan zona waktu yang berbeda.  Berhubung kayaknya keren, saya pun tidak mau menyia-nyiakan kesempatan ini. Akhirnya saya dan 18 rekan IF pun mendaftarkan diri untuk menjadi peserta mata kuliah ini.

Sesuai nama mata kuliahnya, di sini kami mempelajari apa itu Global Software Development, yakni mengadakan proyek perangkat lunak dengan anggota-anggota timnya terdistribusi secara global, berasal dari berbagai negara. Tidak hanya sekedar teori, kami pun benar-benar dituntut untuk mengaplikasikannya. Di kuliah ini, IF ITB bekerja sama dengan Texas A&M University (TAMU), US. Sehingga, di sini kami mengerjakan ‘tubes’ bersama para mahasiswa di sana. Di sini lah segi menantangnya, kita harus mampu mengatur komunikasi dan kerja sama di antara anggota tim yang terpisah sangat jauh, serta bahasa dan budaya yang berbeda.

Dengan kondisi seperti ini, tentu saja satu-satunya jalur komunikasi yang bisa digunakan yaitu melalui internet. Makanya, di kuliah ini kami diajarkan bagaimana ‘PDKT’ dengan partner team luar negeri melalui teknologi internet seperti email, milis, chat, hingga voice dan video conference. Berhubung terdapat perbedaan zona waktu (Bandung 12 jam lebih awal dari Texas), kita juga harus mengatur jadwal yang pas untuk bisa berkomunikasi langsung.

Kuliah ini cukup seru loh. Apalagi tadi malam kelas ini mengadakan video conference dengan mahasiswa di Texas tersebut melalui Skype:

Video conference diadakan jam 9 malam (di Texas masih jam 9 pagi). Agak males juga sih karena harus malem-malem dateng ke kampus. Tapi gapapa lah, setidaknya kita bisa belajar bahwa meskipun mahasiswa ITB dan TAMU tidak bisa bertatap muka langsung, tetapi kami tetap bisa saling mengenal dan bekerja sama. Apalagi mahasiswa sana gaul-gaul juga lho orangnya.

Yapz, sekian saja sedikit cerita mengenai kuliah GSD. :-)

http://hadhilchoirihendra.wordpress.com/2011/09/29/kuliah-gsd-langka-unik-menarik/

[7HHECS] Suasana Training, K20 – FTTM 2011

Dalam training “7 Habits of Highly Effective College Students” OMB ITB 2011, saya kebagian meng-handle kelas K-20 yang berisi 48 anak FTTM (Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan) 2011. Ruangnya yaitu di 9136 (GKU Barat lt. 3). Wah, sudah lama juga saya ke GKU Barat lho. Saya tidak sendirian, tetapi saya bersama Mas Rivalino Shaffar (Rino) sebagai fasilitator. Seperti apa suasana di dalam kelas? Check this out..

Saat penjelasan materi, para peserta terlihat semangat memperhatikan

Ayo ayo, dikerjain ‘quiz’-nya

Wah, anak-anak lagi diskusi niih

Ada adu yel-yel sama senam

Continue reading

[7HHECS] Sekilas Tentang 7 Kebiasaan Mahasiswa yang Sangat Efektif

Dalam tiap orientasi mahasiswa baru ITB, selalu diadakan training dengan materi-yang berbeda-beda. Misalnya pada jaman saya adanya training Strategi Sukses di Kampus (SSDK), sedangkan untuk tahun lalu trainingnya tentang IPK (Integritas, Prestasi, dan Komitmen). Nah, pada tahun 2011 ini materi trainingnya yaitu “7 Habits of Highly Effective College Students” yang berarti “7 Kebiasaan Mahasiswa yang Sangat Efektif”. Apa itu?

7 Habits of Highly Effective College Students ini sebenarnya adalah spesialisasi dari 7 Habits of Highly Effective People yang dicetuskan dan dibuat bukunya oleh Stephen R. Covey. Training 7 Habits ini sudah banyak diadakan oleh perusahaan-perusahaan di berbagai negara karena memang 7 kebiasaan yang diajarkan ini dipercaya ampuh untuk mencetak manusia yang efektif dalam menjalani hidupnya, baik sebagai makhluk individu maupun makhluk sosial.

Sebagai salah satu trainer, tentu saja saya juga sudah mendapatkan training ini. Oleh karena itu akan saya jelaskan secara singkat (dalam bahasa saya sendiri) tentang 7 kebiasaan yang dapat membuat Anda menjadi manusia yang lebih efektif tersebut, yaitu:

1. Be Proactive (Jadilah Proaktif)

Saat masalah datang, kita memiliki pilihan dalam meresponnya dan bertanggung jawab terhadap pilihan tersebut. Jadi, kita tidak boleh reaktif dan hanya menyalahkan orang lain atau keadaan.

2. Begin with The End in Mind (Mulailah dengan Tujuan Akhir)

Tentukan tujuan hidupmu, dan jadikan sebagai arah dalam menjalani kehidupan.

3. Put First Things First (Dahulukan yang Utama)

Buat prioritas mengenai apa saja yang akan kamu lakukan, dan laksanakan yang prioritasnya lebih tinggi dulu.

4. Think Win-Win (Berpikir Menang-Menang)

Jangan berusaha mengalahkan orang lain kalo ada solusi yang bisa membuat semua pihak sama-sama menang. Hidup tidak harus selalu berkompetisi Bung!!

5. Seek First to Understand, Then to Be Understood (Memahami Terlebih Dahulu, Baru Dipahami)

Kemampuan mendengarkan secara empatik dibutuhkan untuk memahami orang lain.

6. Synergize (Wujudkan Sinergi)

Bekerja sama menghasilkan alternatif ketiga yang lebih baik daripada jika dilakukan sendiri-sendiri. Itulah kekuatan perbedaan..

7. Sharpen the Saw (Asahlah Gergaji)

Memperbaharui diri dalam empat elemen kehidupan: tubuh, pikiran, hati, dan jiwa. Jadi, jika sudah melaksanakan keenam kebiasaan yang lain, sempatkan waktu untuk ‘mengasah gergaji’ (refreshing gitu deeh)

Kebiasaan 1, 2, 3 perlu dimiliki untuk mencapai kemenangan pribadi, yakni membawa diri kita dari yang mulanya selalu tergantung pada orang lain menjadi pribadi yang mandiri. Sedangkan kebiasaan 4, 5, 6 mengantarkan kita menuju kemenangan publik, yakni kesalingtergantungan. Dan seperti disebutkan di atas, kebiasaan 7 digunakan untuk memperbaharui diri.

OK, sekian saja penjelasan singkatnya. Untuk penjelasan yang lebih detail, silakan baca bukunya.. ^^
sumber gambar: http://www.change-management-coach.com/stephen-covey.html

[Indeks – 7HHECS] “7 Habits of Highly Effective College Students” – OMB2011 Training