Bagi yang punya Facebook, pasti tau kan saat kita update status ataupun ngasih komentar, kita bisa “mention”/”tag” teman kita dengan mengetikkan @ dan nama teman kita. Misalnya seperti ini:
Terlihat bahwa nama yang dimention akan berubah warna menjadi biru. Kita pun dapat menghapus beberapa kata dalam nama tersebut, misal kita hapus kata “Hadhil Choiri”:
Bagi yang buka fesbuk pake HP, sebenarnya kita tetap bisa melakukan mention yaitu dengan format @[<ID Profil>:<Nama>]
Apa itu ID Profil di Facebook? Nanti akan dijelaskan..
OK, sekarang menuju inti dari artikel ini..
Taukah kamu bahwa kita bisa mention seseorang di facebook dengan kata-kata yang kita buat sendiri??
Jadi sudah tidak perlu menggunakan kata yang ada pada namanya, misalnya seperti ini:
Terlihat pada status di atas, kata “siapa ya” tercetak biru, dan ternyata itu nge-link ke profil Facebook saya. Bagaimana cara membuat yang seperti itu?? Mudah saja, saat membuat update status atau komentar cukup gunakan format:
Malam mingguan kali ini saya isi dengan ngoding dengan C++.. Saya sempat menemui kesulitan dalam mengubah tipe double untuk dikonkat dengan string. Awalnya saya coba kode semacam ini:
Saya pikir ini akan berhasil seperti halnya ketika dikonkat dengan tipe integer ataupun char. Namun saat saya compile, ternyata terjadi error:
error: invalid operands of types ‘const[17]‘ and ‘double’ to binary ‘operator+’
Wah, kok ternyata gagal ya. Akhirnya saya pun mengakalinya dengan memanfaatkan tipe stringstream seperti berikut:
dan akhirnya compile dan run berhasil dilakukan..
cukup mudah kan.. Haduuh, udah lama sih gak ngoding pake C++, jadi banyak lupa deh..
anyway, ada yang bisa menjelaskan kenapa tipe double tidak bisa otomatis tercasting menjadi string saat dikonkat dengan suatu string?!
Semester ini, saya mengambil salah satu mata kuliah yang langka, unik dan menarik yaitu Global Software Development and International Teaming (biar gampang, kami menyebutnya GSD). Saya sebut langka karena memang kebetulan kuliah ini hanya ada di semester ini (semester ganjil tahun 2011). Saya sebut unik karena di kuliah ini, kami bekerja sama dengan para mahasiswa di negara lain. Menarik, karena melalui kuliah ini kita mendapat pengalaman mengerjakan project bersama orang-orang di belahan Bumi yang lain, yang tentu memiliki budaya, bahasa, dan zona waktu yang berbeda. Berhubung kayaknya keren, saya pun tidak mau menyia-nyiakan kesempatan ini. Akhirnya saya dan 18 rekan IF pun mendaftarkan diri untuk menjadi peserta mata kuliah ini.
Sesuai nama mata kuliahnya, di sini kami mempelajari apa itu Global Software Development, yakni mengadakan proyek perangkat lunak dengan anggota-anggota timnya terdistribusi secara global, berasal dari berbagai negara. Tidak hanya sekedar teori, kami pun benar-benar dituntut untuk mengaplikasikannya. Di kuliah ini, IF ITB bekerja sama dengan Texas A&M University (TAMU), US. Sehingga, di sini kami mengerjakan ‘tubes’ bersama para mahasiswa di sana. Di sini lah segi menantangnya, kita harus mampu mengatur komunikasi dan kerja sama di antara anggota tim yang terpisah sangat jauh, serta bahasa dan budaya yang berbeda.
Dengan kondisi seperti ini, tentu saja satu-satunya jalur komunikasi yang bisa digunakan yaitu melalui internet. Makanya, di kuliah ini kami diajarkan bagaimana ‘PDKT’ dengan partner team luar negeri melalui teknologi internet seperti email, milis, chat, hingga voice dan video conference. Berhubung terdapat perbedaan zona waktu (Bandung 12 jam lebih awal dari Texas), kita juga harus mengatur jadwal yang pas untuk bisa berkomunikasi langsung.
Kuliah ini cukup seru loh. Apalagi tadi malam kelas ini mengadakan video conference dengan mahasiswa di Texas tersebut melalui Skype:
Video conference diadakan jam 9 malam (di Texas masih jam 9 pagi). Agak males juga sih karena harus malem-malem dateng ke kampus. Tapi gapapa lah, setidaknya kita bisa belajar bahwa meskipun mahasiswa ITB dan TAMU tidak bisa bertatap muka langsung, tetapi kami tetap bisa saling mengenal dan bekerja sama. Apalagi mahasiswa sana gaul-gaul juga lho orangnya.
Yapz, sekian saja sedikit cerita mengenai kuliah GSD.
Dalam mendokumentasikan suatu program yang kita buat, sering kali kita diminta untuk memasukkan source code ke dalam laporan (misalnya pada tugas kuliah). Kita ambil contoh saja program sederhana berikut ini:
kulonuwun.cpp
Terlihat bahwa kode tersebut ditulis di Notepad++. Dan kode tersebut terlihat “indah” karena tiap hurufnya diberi warna sesuai perannya dalam kode bahasa C++. (Misal dalam hal ini warna biru muda dan hijau untuk komentar, coklat untuk include, ungu untuk tipe data, abu-abu untuk string, dsb.)
Namun, apa yang terjadi saat kode ini di-copas secara langsung ke Ms. Word:
Wah, ternyata warna-warna nya tidak ikut ter-copy, jadinya mengikuti format di Ms. Word. Jadi tidak terlihat seperti suatu source code kan ya. Oke, selanjutnya kita ganti jenis hurufnya menjadi Courier New:
Nah, sekarang baru deh terasa feel-nya bahwa ini adalah suatu source code. Tapi tetap saja kurang nikmat dipandang gara-gara warnanya hitam. Tapi emang rata-rata orang memasukkan source code dengan cara seperti ini. Hayooo ngaku aja, hehehe..
Terus gimana dong biar bisa di-copy tapi tetep berwarna? Masa’ diwarnai satu-satu?!?! Capek deeeh..
OK.. Bagi yang belum tau, sebenarnya ada kok cara yang lebih mudah. Sudah ada fiturnya di Notepad++, yaitu cukup klik menu Plugins >> Npp Export >> Copy RTF to clipboard
Selanjutnya tinggal di-paste ke Ms. Word. Terus biar lebih afdol lagi, dikasih border.
Nah, dengan begini kode yang disalin tetep terlihat bagus kan.
Terus, kalo ngodingnya gak di Notepad++ gimana? Ya yang paling simpel sih, di-copy dulu ke Notepad++ baru dipindahin ke Ms. Word, hehehe..
Bukan bermaksud promosi ya, tapi memang saya sedang tertarik dengan iklan-iklan yang dipersembahkan Google Chrome di TV, cukup inspiratif dan berhasil membuat saya terharu. Dengan jargon “Jadikan Internet Seluas Kreasimu”, iklan ini memperlihatkan bagaimana teknologi internet dapat menjadi media dalam melakukan berbagai hal luar biasa di kehidupan. Berikut saya tampilkan tiga versi iklan tersebut:
1. Lia Tersayang
Kisah tentang Dani Kusuma, seorang ayah yang begitu sayang pada anaknya, Lia. Bahkan begitu Lia lahir, sang ayah sudah membuatkan akun email untuknya. Selanjutnya, dia memanfaatkan internet untuk mendokumentasikan momen-momen menarik dan spesial Lia. Pasti bisa bayangin kan, betapa bahagianya Lia saat melihat ‘karya’ ayahnya begitu Lia sudah besar.
Saya yakin, setelah menonton ini, banyak orang terinspirasi untuk melakukan hal yang sama saat punya anak nanti dan memberikan yang terbaik untuk anaknya. (salah satunya saya, hahaha )
2. Blood For Life
Kalo yang ini menceritakan pengalaman Valencia Randa, seorang wanita yang memiliki jiwa sosial tinggi. Dia membuat grup milis bernama “Blood For Life” yang bertujuan menghubungkan antara orang-orang yang membutuhkan darah, dan orang-orang yang mau menjadi pendonor.
Dalam iklan tersebut terlihat betapa indahnya kepedulian terhadap sesama. Saat ada orang yang membutuhkan dalam kondisi darurat, muncul banyak pihak yang rela membantu. Memang inilah kedahsyatan internet, suatu informasi dapat menyebar luas dalam waktu yang begitu cepat.
3. Indonesia Berkebun
Versi yang ketiga ini adalah mengenai usaha Ridwan Kamil dalam penyelamatan lingkungan dengan judul “Indonesia Berkebun”. Melalui media internet, dia mengajak teman-temannya untuk menggarap lahan terlantar menjadi kebun. Dan ide ini pun lama-kelamaan diikuti oleh orang-orang dari berbagai daerah di Indonesia.
**
Bagus kan iklan-iklannya.. Di’bungkus’ dengan menarik sambil tetap memperlihatkan layanan2 di bawah Google seperti Gmail, Gtalk, Youtube, Picassa, dll. (sekali lagi, saya tidak bermaksud promosi )
Nah, setelah melihat video-video di atas, semoga mata kita bisa lebih terbuka. Kita dapat lebih bijak dan kreatif dalam memanfaatkan internet, bukan sekedar untuk ngerjain tugas, cari hiburan, atau pun stalking orang, hehehe.
Kita hidup di era internet. Internet mampu memberi kita uang, internet mampu mencarikan kita teman, dan internet mampu mengubah dunia.