Teringat Pesan CEO Coca-Cola

Dalam salah satu pidatonya di tahun 90an, Bryan Dyson, mantan CEO Coca-Cola pernah mengatakan quote ini:

Imagine life as a game in which you are juggling some five balls in the air. You name them: Work, Family, Health, Friends and Spirit and you’re keeping all of these in the Air.

You will soon understand that work is a rubber ball. If you drop it, it will bounce back.

But the other four Balls – Family, Health, Friends and Spirit – are made of glass. If you drop one of these; they will be irrevocably scuffed, marked, nicked, damaged or even shattered. They will never be the same. You must understand that and strive for it.

Artinya kira-kira sebagai berikut:

“Bayangkan hidup sebagai sebuah permainan di mana Anda bermain akrobat (juggling) dengan lima bola di udara. Anda menamai bola-bola itu: Pekerjaan, Keluarga, Kesehatan, Teman dan Jiwa dan Anda menjaga semua bola ini tetap di udara.

Anda akan segera memahami bahwa pekerjaan adalah bola karet. Jika Anda menjatuhkannya, bola itu akan memantul kembali.

Namun empat bola lainnya - Keluarga, Kesehatan, Teman dan Jiwa - terbuat dari kaca. Jika Anda menjatuhkan salah satunya, mereka bisa lecet, membekas, retak, rusak atau bahkan hancur. Mereka tidak pernah akan sama. Anda harus memahami itu dan berusaha untuk menjaganya. ”

Hmmmm.. Setelah saya renungkan, selama ini sepertinya saya terlalu ambisius menjaga “si bola karet”. Sering kali waktu saya seharian dihabiskan untuk mengejar karir. Kuliah lah.. Nugas lah.. Ngerjain proyek lah.. Nyari duit lah.. Rapat lah.. It’s okay sih, memang kerja keras itu penting untuk mencapai kesuksesan. Namun ada saatnya saya terlalu fokus di sana hingga agak mengabaikan “bola-bola” yang lain. Terutama saat badai tubes menghadang, pagi siang malam dihabiskan buat nubes. Jadi jarang berkomunikasi dengan keluarga, kurang tidur, gak ada waktu untuk bermain dan refreshing, dsb. Saya yakin, banyak mahasiswa lain yang mengalami masa-masa seperti ini. Continue reading

“Jadikan Internet Seluas Kreasimu”

Bukan bermaksud promosi ya, tapi memang saya sedang tertarik dengan iklan-iklan yang dipersembahkan Google Chrome di TV, cukup inspiratif dan berhasil membuat saya terharu. Dengan jargon “Jadikan Internet Seluas Kreasimu”, iklan ini memperlihatkan bagaimana teknologi internet dapat menjadi media dalam melakukan berbagai hal luar biasa di kehidupan. Berikut saya tampilkan tiga versi iklan tersebut:

1. Lia Tersayang

Kisah tentang Dani Kusuma, seorang ayah yang begitu sayang pada anaknya, Lia. Bahkan begitu Lia lahir, sang ayah sudah membuatkan akun email untuknya. Selanjutnya, dia memanfaatkan internet untuk mendokumentasikan momen-momen menarik dan spesial Lia. Pasti bisa bayangin kan, betapa bahagianya Lia saat melihat ‘karya’ ayahnya begitu Lia sudah besar.

Saya yakin, setelah menonton ini, banyak orang terinspirasi untuk melakukan hal yang sama saat punya anak nanti dan memberikan yang terbaik untuk anaknya. (salah satunya saya, hahaha :-P )

2. Blood For Life

Kalo yang ini menceritakan pengalaman Valencia Randa, seorang wanita yang memiliki jiwa sosial tinggi. Dia membuat grup milis bernama “Blood For Life” yang bertujuan menghubungkan antara orang-orang yang membutuhkan darah, dan orang-orang yang mau menjadi pendonor.

Dalam iklan tersebut terlihat betapa indahnya kepedulian terhadap sesama. Saat ada orang yang membutuhkan dalam kondisi darurat, muncul banyak pihak yang rela membantu. Memang inilah kedahsyatan internet, suatu informasi dapat menyebar luas dalam waktu yang begitu cepat.

3. Indonesia Berkebun

Versi yang ketiga ini adalah mengenai usaha Ridwan Kamil dalam penyelamatan lingkungan dengan judul “Indonesia Berkebun”. Melalui media internet, dia mengajak teman-temannya untuk menggarap lahan terlantar menjadi kebun. Dan ide ini pun lama-kelamaan diikuti oleh orang-orang dari berbagai daerah di Indonesia.

**

Bagus kan iklan-iklannya.. Di’bungkus’ dengan menarik sambil tetap memperlihatkan layanan2 di bawah Google seperti Gmail, Gtalk, Youtube, Picassa, dll. (sekali lagi, saya tidak bermaksud promosi :-P )

Nah, setelah melihat video-video di atas, semoga mata kita bisa lebih terbuka. Kita dapat lebih bijak dan kreatif dalam memanfaatkan internet, bukan sekedar untuk ngerjain tugas, cari hiburan, atau pun stalking orang, hehehe.

Kita hidup di era internet. Internet mampu memberi kita uang, internet mampu mencarikan kita teman, dan internet mampu mengubah dunia.

Hendra H. C. – netter

Laptopku Makin Cacat Ajah.. :-(

Pertama-tama saya ingin memulai curhatan saya ini dengan kata mutiara geje ciptaan saya sendiri:

Jangan lihat laptop dari kondisi cacatnya, tapi lihatlah dari karya-karya yang dihasilkan dari laptop tersebut

Oke.. kayaknya emang bener setiap barang elektronik yang saya miliki pasti gak ada yang normal.. Adaa saja cacatnya, entah karena terlalu sering dipake, atau emang saya kurang baik merawatnya.. Mulai dari hape yang baterenya ngedrop, kamera yang LCDnya mati, hardisk eksternal yang kadang-kadang gak mau konek, dan tentu saja laptop!!

Laptop BYON yang saya beli sekitar awal tahun 2009 ini memang cukup sering saya pakai. Buat nonton film lah.. main game lah.. ngenet lah.. dengerin musik lah.. ngoding lah.. Apalagi setelah memasuki masa-masa kuliah di informatika dan terserang badai tubes.. Bakal nyala terus seharian nih laptop, menemani nge-junk di siang hari dan begadang di malam hari, huhuuu..

Dan seiring berjalannya waktu, wajar saja satu per satu ketidaknormalan muncul di laptop saya.. Udah uzur kali yee… Berikut beberapa cacat yang ada di laptop saya:

  • Batere ngedrop. Kalo gak dicharge, cuma bertahan hingga setengah jam.
  • TELO.. alias “TElat LOading“.. Buat nyala aja butuh 20 menit, buat shut down butuh 10 menit.. Jadi kalo gak dicharge, asa useless lah.. >_<
  • Sering BSoD (Blue Screen of Death.. kadang Black Screen of Death juga sih T.T)

Contoh BSOD (gambar dari sini)

  • Ada garis putih membujur di LCDnya, gara-gara pixeldeath..
  • Beberapa tombol di keyboardnya lepas..

Jalani Saja Lah Yaaa… #RoadToGaneshaPrize

“Mahasiswa Indonesia Cerdas dan Berkarakter”, itu adalah tema untuk pemilihan mahasiswa berprestasi (mawapres/mapres) yang diadakan oleh dikti.

Bagi yang belum tahu, mapres ini kalo disekolahan ya semacam siswa teladan gitu lah. Namun yang ini tentu saja di level perguruan tinggi, dan seleksinya pun cukup rumit. Kalo di ITB, dimulai dari tingkat prodi, lalu ke tingkat fakultas, tingkat perguruan tinggi, setelah itu bisa berlanjut ke nasional bersaing dengan para wakil dari perguruan tinggi lainnya.

Dalam seleksinya, aspek yang dinilai juga cukup kompleks, meliputi berbagai skill yang sudah seharusnya dimiliki mahasiswa secara menyeluruh, yakni hardskill, softskill, dan lifeskill (udah pada tahu lah yaa). Hardskill, yakni yang berhubungan dengan keilmuan dan teknis, dinilai berdasarkan wawasan, IPK dan penghargaan yang pernah diraih. Softskill dilihat dari keaktifan dalam organisasi dan kemampuan presentasi. Sedangkan lifeskill dinilai melalui wawancara untuk melihat karakter dan kepribadian mahasiswa tersebut.

Mengapa kok tiba-tiba ngomongin mapres?! Jadi ceritanya, beberapa hari yang lalu (21 April 2011) saya berhasil menjadi mahasiswa berprestasi (mapres) prodi teknik informatika (IF). Alhamdulillaah, saya juga tidak menduga sih dapat berhasil, soalnya seleksi dilakukan terhadap 15 calon mapres loh di IF. Tapi emang seleksinya gak begitu susah sih, cuma bikin CV sama presentasi dalam bahasa Inggris. Untung saja kemampuan presentasi saya gak jelek-jelek amat, hehehe. Walaupun kata para juri, saya terlalu banyak gerak pas presentasi. Ya emang kayak gitu sih style saya kalo presentasi, anggep aja buat nutupin rasa grogi.. ^^

Sebagai kelanjutannya, pagi ini saya mengikuti seleksi mapres tingkat STEI. Tiap prodi di STEI mengirimkan seorang wakilnya. Berhubung ada 5 prodi, ya berarti ada 5 calon mapres yang diikutkan. Mereka yaitu Niki dari STI, Mukhtarus dari Teknik Tenaga Listrik, Kavin dari Telekomunikasi, Kang Ashlih dari Elektro, dan tentu saja saya mewakili yang dari IF. Seleksi kali ini adalah presentasi dan tanya jawab + wawancara. Yang dipresentasikan adalah karya tulis yang telah kami buat. FYI, saya cukup hectic juga pas bikin karya tulis ini, soalnya hanya ada waktu 3 hari, padahal tugas-tugas juga sudah mengantri buat dikerjakan, huhuhuu. Namun, Alhamdulillah bisa selesai juga sih, slide presentasi juga baru bikin tadi pagi, hehehe. Tapi gapapa, biarpun deadliner, yang penting maksimal (rock).

Dan finally, saya berhasil jadi mapres STEI.. Alhamdulillaaaaah, benar-benar gak nyangka lah.. Dari yang awalnya benar-benar gak niat ikut seleksinya, lah kok malah bisa sampe tahap ini. Jadi, mulai saat ini saya bertekad untuk mengikuti seleksi dengan serius dan sepenuh hati. Karena saya juga sadar, saya memegah amanah dari fakultas, membawa nama fakultas. Apalagi tahap setelah ini adalah seleksi tingkat ITB yang pastinya sangat berat (melawan dewa-dewa dari fakultas lain gitu looh). Dan yang lebih memotivasi saya, mapres ITB inilah yang akan mendapat Ganesha Prize, penghargaan yang paling WOW buat mahasiswa ITB, yang menunjukkan mahasiswa yang meraihnya adalah benar-benar yang terbaik.

Oleh karena itu, saya akan berusaha berjuang semampu saya di tingkat ITB ini. Namun, gak terlalu berambisi juga sih. Seperti kata-kata favorit saya:

Jalani saja lah yaaa…

Kalo emang udah takdirnya berhasil ya pasti bakal berhasil. Tapi kalo enggak, ya emang Tuhan berkehendak demikian, terima saja dengan ikhlas. Selalu ada hikmah di balik segala hal.

Ok, sekian saja. Mohon doanya yaaa ^_^