Kucing Juga Punya Perasaan

Di sekitar kosan saya di Jakarta terdapat banyak kucing, mulai dari yang kecil hingga yang gede-gede. Mending kalo lucu, lha ini kumuh-kumuh dan kurus-kurus jelek gitu deeh.. Untung kamar saya di lantai 2, jadi kucing-kucing gak pada main ke situ. Namun, ada seekor kucing dan 2 anaknya yang sering berkeliaran di depan kamarku. Kayaknya emang udah daerah kekuasaan mereka kali ya.

Yang bikin jengkel, kucing-kucing itu sangat nakal. Setidaknya itu yang saya dapati saat mulai menempati kosan ini. Hampir tiap pagi tempat sampah di depan kamar saya jatuh dan isinya berserakan di mana-mana. Saat pintu kamar saya terbuka dikit saja, pasti tuh kucing langsung menyerbu ke dalam mencari-cari makanan. Bahkan sendal yang saya taruh diluar pun jadi korban gara-gara dicakar-cakar dan digigitin. Jadinya rusak deh.. Heuuu…

RIP Sendalku (2010 - 2012)

RIP Sendalku (2010 – 2012)

Beberapa penghuni kosan lain juga sebel sama kelakuan para spesies Felis catus itu. Sehingga kadang ada yang mengurungnya pake tempat sampah. Pernah juga saya temukan si anak kucing terlempar ke atas atap sampe gak bisa turun.. Kasian bener… Nakal siiih..
Yah, namanya juga binatang, gak punya etika, gak pernah sekolah. Mereka cuma pake insting, kalo laper ya makan. Kalo bosen ya bermain. Gara-gara kelaparan, mereka pun jadi suka mengais-ais sampah dan hobi mencuri makanan. Begitu dapet makanan, langsung rebutan sama kucing-kucing lain. (ah gak profesional, gak bisa cari makan sendiri. Kucing saya yang di rumah aja ahli berburu tikus n cicak lho.. :-) )

Berhubung saya adalah pecinta kucing, jadi kadang gak tega liat mereka kelaparan kayak gitu. Jadilah tiap saya makan ayam atau ikan, tulangnya langsung saya kasihin ke si kucing. Daripada dibuang ke tempat sampah, terus ujung-ujungnya diporakporandakan sama mereka juga. Bahkan sendal saya yang udah buruk rupa itu, saya tumbalkan buat dijadiin alas tidur dan taman bermain mereka.

Meskipun sering saya kasih makan dan dibaikin, awalnya ternyata sama saja. Kucing-kucing itu tetap suka mengacau. Jadi kadang saya marahin juga mereka. Tapi lama kelamaan akhirnya mereka jadi lebih nurut dan gak nakal lagi, sepertinya mereka ngerti. Seringkali saat saya pulang kerja, terlihat kucing-kucing itu duduk manis di depan kamar seakan merayu buat diberi makan. Huuu, ada maunya tuh si ucing…

kucing mikir

Nah, terlihat bahwa kucing (serta beberapa hewan mamalia lain) pun meskipun tidak punya inteligensi, tetap memiliki otak dan perasaan. Mereka akan tetap marah jika diganggu, sedih jika anaknya mati, dan gembira saat dapet makanan.. Oleh karena itu, jangan suka menyiksa hewan yang gak salah apa-apa.. Kalo kita baikin, lama-lama mereka juga baik juga ke kita kok *semoga :-P

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s